IIMS

Terbiasa di F2, Mick Schumacher Santai Hadapi Sprint Race di F1 2021

30 April 2021, 18:10 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Estu Santoso
Mick Schumacher turun memperkuat tim Haas dalam sesi FP1 F1 GP Abu Dhabi 2020 yang digelar di Sirkuit Yas Marina pada Jumat (11/12/2020).
Mick Schumacher turun memperkuat tim Haas dalam sesi FP1 F1 GP Abu Dhabi 2020 yang digelar di Sirkuit Yas Marina pada Jumat (11/12/2020). /(twitter.com/HaasF1Team)

  • Mick Schumacher cukup santai menjelang diberlakukannya format sprint race di F1 2021.
  • Pembalap Haas tersebut sudah terbiasa dengan format tersebut ketika mengaspal di Formula 2.
  • Selain itu, Mick Schumacher memuji F1 yang berani mengubah format balapan di musim ini.

SKOR.id - Mick Schumacher merasa bahwa sistem sprint race yang akan diadaptasi Formula 1 (F1) mulai tahun ini bukanlah hal baru baginya.

Sebab, putra legenda balap Michael Schumacher tersebut telah terbiasa dengan sistem kualifikasi tersebut sejak membalap di Formula 2.

Terbukti bahwa dirinya cukup tangguh dengan sistem tersebut karena berhasil mengakhiri musim 2020 dengan status juara dunia.

"Tentu saja itu adalah hal yang kami biasa lakukan selama di Formula 2. Jadi, (sprint race) bukan hal yang baru," ucap Schumacher muda dilansir dari formula1.com.

Meskipun terbiasa membalap dengan kualifikasi sprint race, Schumacher menyadari bahwa format tersebut terbilang baru untuk ajang F1.

Sehingga, para tim dan pembalap tentu harus melakukan berbagai adaptasi untuk tampil cepat dengan sistem anyar tersebut.

"Format ini pasti akan sangat berat bagi para tim terutama mereka yang mengalami beberapa kendala atau insiden atau sejenisnya. Nanti pasti akan sangat berat," tutur pembalap Haas tersebut.

"Saya bisa bilang bahwa ini akan sangat penting jika berhasil finis, melewati rintangan dengan mulus."

Schumacher pun memuji langkah F1 yang berani mengambil risiko dengan mengubah format kualifikasi menjelang race day hari Minggu.

Ini merupakan tantangan baru baginya sebagai seorang rookie di ajang balap mobil jet darat dunia.

Pembalap Prema Racing, Mick Schumacher, di tengah sesi F2 GP Sakhir 2020 yang digelar di outer track Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, pada Jumat (4/12/2020).
Pembalap Prema Racing, Mick Schumacher, di tengah sesi F2 GP Sakhir 2020 yang digelar di outer track Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, pada Jumat (4/12/2020). (twitter.com/PREMA_Team)

"Bagi saya, sebagai rookie, balapan musim ini sangat bernilai, spesial, dan baru. Saya selalu antusias dengan hal-hal baru," ujar Mick Schumacer.

"Saya bilang (sprint race) ini cukup baru di Formula 1. Saya rasa ini langkah yang besar dengan mencoba sesuatu yang baru," tuturnya menegaskan.

Meskipun telah membocorkan format sprint race, F1 belum secara resmi mengumumkan di mana sistem tersebut akan diuji coba.

Spekulasi saat ini, sprint race akan diterapkan saat GP Inggris di Sirkuit Silverstone, GP Italia di Sirkuit Monza, dan satu lagi sirkuit non-Eropa.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Formula 1 Lainnya:

Daniel Ricciardo Optimistis McLaren Juara Dunia F1 tapi Bukan pada 2021

Jadwal F1 GP Portugal 2021, Akhir Pekan Ini

  • Sumber: formula1.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Rabu, 28 April 2021

    Mercedes Menunggu Perlawanan Sengit dari Para Rivalnya di F1 2021

    Kepala tim Toto Wolff merasa Mercedes tak mendapat perlawanan sengit dari para rivalnya di Formula 1 (F1) 2021.

    Formula 1

    Kamis, 29 April 2021

    Resmi, F1 GP Turki Gantikan Kanada yang Kembali Mundur

    F1 mengumumkan pembatalan GP Kanada sekaligus masuknya GP Turki dalam kalender musim ini.

    Terbaru

    Formula 1

    Kamis, 27 Januari 2022

    Bos Ferrari Merendah, Sebut Masih Sulit Bersaing dengan Mercedes dan Red Bull

    Prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, menyebut belum saatnya Ferrari menandingi Mercedes dan Red Bull.

    Formula 1

    Kamis, 27 Januari 2022

    Perpanjang Kontrak hingga 2028, Singapura dan F1 Sepakat soal Balapan Ramah Lingkungan

    Formula 1 (F1) dipastikan menggelar balapan di Singapura hingga 2028 mendatang.

    Formula 1

    Rabu, 26 Januari 2022

    Max Verstappen Akui Dirinya Bukan Pembalap Sempurna

    Max Verstappen mengaku dirinya bukan pembalap sempurna meski berhasil menjuarai F1 2021.

    Formula 1

    Rabu, 26 Januari 2022

    Catat, Ini Jadwal Tes Pramusim F1 2022 di Barcelona dan Bahrain

    Agenda tes pramusim F1 2022 akhirnya diumumkan.

    Formula 1

    Rabu, 26 Januari 2022

    Bos Ferrari Puji Carlos Sainz Jr, Cepat Beradaptasi Sepanjang F1 2021

    Mattia Binotto memuji kemampuan belajar cepat Carlos Sainz Jr, terutama soal pemahaman power unit Ferrari di F1 2021.

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Sambut F1 2022, Ferrari Gelar Tes 4 Hari di Fiorano

    Ferrari mengintensifkan persiapan jelang bergulirnya F1 2022 mulai Maret mendatang.

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Direktur Teknis Mercedes Keluhkan Regulasi Baru di F1 2022

    Direktur Teknis Mercedes-AMG Petronas, James Allison, sedikit mengeluhkan perubahan regulasi di F1 2022

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Lewis Hamilton Sabet Hawthorn Trophy untuk Kali ke-11 dalam 15 Tahun

    Hawthorn Trophy merupakan penghargaan yang diberikan kepada pembalap F1 asal Persemakmuran Inggris tersukes setiap tahunnya.

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Bos Red Bull Mengklaim Tidak Ada Noda, Max Verstappen Layak Juara

    Balapan F1 2021 sarat adegan dramatis. Bos Red Bull Christian Horner mengklaim gelar juara perdana Max Verstappen tidak ternoda oleh kontroversi di GP Abu Dhabi.

    Formula 1

    Senin, 24 Januari 2022

    Lakukan Perubahan Regulasi Mulai 2022, F1 Pernah Gagal pada 2009

    F1 melakukan perubahan regulasi mulai 2022 untuk meningkatkan aksi salip menyalip di lintasan.
    X