IIMS

Skorpedia: Sejarah F1 Sebagai Kiblat Balap Mobil Dunia

26 Februari 2021, 08:00 WIB
Penulis: Nizar Galang
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Cover Formula 1
Cover Formula 1 /Grafis Yusuf/Skor.id

 

  • Pada 13 Mei 1950 balap F1 resmi digelar di sirkuit Silverston, Inggris dan balapan jet darat tersebut dibuka oleh Raja George VI dan Putri Elizabeth. 
  • Juan Manuel Fangio menjadi pembalap pertama yang dikagumi oleh pecinta balap F1 pada 1952-1958.
  • Sampai saat ini balapan F1 semakin populer di dunia, hingga kejuaraan balap jet darat ini menjadi simbol balap mobil dunia.

SKOR.id - Federation Internationale de I'Automobile (FIA) adalah lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas segala jenis olahraga otomotif termasuk Formula 1 (F1).

Pada 13 Mei 1950 balap F1 resmi digelar di sirkuit Silverston, Inggris. Balapan jet darat tersebut dibuka oleh Raja George VI dan Putri Elizabeth. Pada ajang ini pula istilah Grand Prix diperkenalkan.

Balapan pertama diikuti 105 peserta dengan kendaraan single seater gerak roda depan. Meskipun dilengkapi supercharger, mobil masih sulit dikendalikan di trek.

Banyak pembalap top bermunculan seperti Giuseppe Farina, Juan Manuel Fangio, hingga pembalap andalan tuan rumah, Stirling Moss.

Mereka memulai balapan dari barisan paling depan, Namun pembalap asal Alfa Romeo, Farina dan Fangio mendapat perhatian karena berhasil meninggalkan para pesaingnya, dan saling salip untuk memperebutkan posisi pertama.

Fangio bahkan menjuarai beberapa kejuaraan memakai Alfa Romeo, Mercedes, Ferrari dan Maserati. Pada tahun ini pula Ferarri sebagai pabrikan asal Italia, menorehkan sejarah. Khususnya Fangio berhasil menjuarai beberapa GP di pada 1952-1958.

CEO Ferrari, Louis Camilleri (kiri), dan mantan pembalap Tim Kuda Jingkrak, Sebastian Vettel, sedang berbicara di depan Ferrari 125, mobil pertama Ferrari di F1 pada 1950. Ferrari musim ini sangat terpuruk dan belum mampu bangkit.
CEO Ferrari, Louis Camilleri (kiri), dan mantan pembalap Tim Kuda Jingkrak, Sebastian Vettel, sedang berbicara di depan Ferrari 125, mobil pertama Ferrari di F1 pada 1950. Ferrari musim ini sangat terpuruk dan belum mampu bangkit. Twitter/Sebastian Vettel #5 (@sebvettelnews)

 

Perubahan mulai muncul di era 1945-an. Salah satunya pergantian gerak roda belakang. Sasis terbaik diperkenalkan Colin Champman pada 1963. Mereka sempat mendominasi beberapa balapan dengan pembalap Jim Clark.

Dengan berjalannya jaman banyak teknologi yang berubah. Pada dekade 1970-an setidaknya tercatat 3 inovasi baru, yaitu revolusi aerodinamika, peranti turbo dan siluet sasis.

Peran aerodinamika sudah mulai mendapat perhatian di musim 1968. Peran mesin menuntun kemampuan bentuk sasis yang lebih baik. Ketika itu Ferrari mempelopori pemakaian sayap di mobil 312 pacuannya.

Hal ini merupakan perubahan signifikan karena sebelumnya seluruh mobil F1 berbentuk seperti cerutu. Dengan revolusi aerodinamika ini, daya tekan mobil ke aspal bertambah meskipun bergerak pada kecepatan tinggi dan berada di tikungan.

Niki Lauda (kiri) berbincang dengan Michael Schumacher saat masih berseragam Ferrari. Lauda dan Schumi mengalami nasib berbeda saat kembali ke F1 setelah sempat mundur.
Niki Lauda (kiri) berbincang dengan Michael Schumacher saat masih berseragam Ferrari. Lauda dan Schumi mengalami nasib berbeda saat kembali ke F1 setelah sempat mundur. (Twitter)

Ditambah bagian bawah sasis yang dibentuk sedemikian rupa agar mampu mengalirkan udara lebih cepat. Pada dekade ini Jackie Stewart dan Niki Lauda muncul sebagai pembalap terbaik.

Keduanya berhasil menjadikan balap F1 makin digemari masyarakat di dunia. Terbukti pihak sponsor berlomba-lomba untuk berpromosi di ajang tersebut.

Melangkah ke tahun 1980-an, teknologi mesin turbo makin berkembang. Jika pada 1977 Renault mampu mencapai tenaga sebesar 500 dk, mesin satria 4 silinder tahun 1985 mampu menghasilkan 5000 dk.

Pada era tersebut muncul legenda baru bernama Ayrton Senna. Pembalap Brasil ini kemudian menjadi simbol kebangkitan pembalap F1 modern. Sayangnya, sebuah kecelakaan fatal telah merenggut nyawanya di tikungan Tamburello, Imola pada 1994.

Setelah Aryton Senna, baru munculah kedikdayaan pembalap asal Jerman Michael Shumacher. Bersama tim Benetton di bawah asuhan Flavio Briatore, ia sukses meraih dua kali gelar juara dunia yaitu pada musim 1994 dan 1995.

Momen GP Emilia Romagna yang digelar pada Formula 1 2020
Momen GP Emilia Romagna yang digelar pada Formula 1 2020 (Emilia Romagna/Twitter)

Kejayaan Schumacher terus berlanjut hingga musim 2004. Pada F1 2006 ia memutuskan untuk pensiun, sejak momen itu karier Schumacher meredup walaupun sempat kembali pada 2010.

Tahta juara F1 kemudian beralih kepada Lewis Hamilton. Pebalap asal Inggris itu mulai merajai F1 di tahun 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, dan 2019.

Gelar pertama ia raih bersama tim McLaren, sisanya bersama tim Mercedes. Hingga sampai saat ini Hamilton masih menjadi pebalap tangguh di lintasan F1.

Balapan F1 semakin populer di dunia, hingga kejuaraan balap jet darat ini menjadi simbol balap mobil dunia.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Formula 1 lainnya:

Mercedes akan Memonitor George Russell Sepanjang F1 2021

Lando Norris Mengaku Lebih Gampang Kalahkan Ferrari daripada Mercedes

Max Verstappen Jadi Target Utama Mercedes F1 untuk Gantikan Lewis Hamilton

  • Sumber: Wikipedia
  • Tag

    Video

    Terbaru

    Formula 1

    Kamis, 27 Januari 2022

    Bos Ferrari Merendah, Sebut Masih Sulit Bersaing dengan Mercedes dan Red Bull

    Prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, menyebut belum saatnya Ferrari menandingi Mercedes dan Red Bull.

    Formula 1

    Kamis, 27 Januari 2022

    Perpanjang Kontrak hingga 2028, Singapura dan F1 Sepakat soal Balapan Ramah Lingkungan

    Formula 1 (F1) dipastikan menggelar balapan di Singapura hingga 2028 mendatang.

    Formula 1

    Rabu, 26 Januari 2022

    Max Verstappen Akui Dirinya Bukan Pembalap Sempurna

    Max Verstappen mengaku dirinya bukan pembalap sempurna meski berhasil menjuarai F1 2021.

    Formula 1

    Rabu, 26 Januari 2022

    Catat, Ini Jadwal Tes Pramusim F1 2022 di Barcelona dan Bahrain

    Agenda tes pramusim F1 2022 akhirnya diumumkan.

    Formula 1

    Rabu, 26 Januari 2022

    Bos Ferrari Puji Carlos Sainz Jr, Cepat Beradaptasi Sepanjang F1 2021

    Mattia Binotto memuji kemampuan belajar cepat Carlos Sainz Jr, terutama soal pemahaman power unit Ferrari di F1 2021.

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Sambut F1 2022, Ferrari Gelar Tes 4 Hari di Fiorano

    Ferrari mengintensifkan persiapan jelang bergulirnya F1 2022 mulai Maret mendatang.

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Direktur Teknis Mercedes Keluhkan Regulasi Baru di F1 2022

    Direktur Teknis Mercedes-AMG Petronas, James Allison, sedikit mengeluhkan perubahan regulasi di F1 2022

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Lewis Hamilton Sabet Hawthorn Trophy untuk Kali ke-11 dalam 15 Tahun

    Hawthorn Trophy merupakan penghargaan yang diberikan kepada pembalap F1 asal Persemakmuran Inggris tersukes setiap tahunnya.

    Formula 1

    Selasa, 25 Januari 2022

    Bos Red Bull Mengklaim Tidak Ada Noda, Max Verstappen Layak Juara

    Balapan F1 2021 sarat adegan dramatis. Bos Red Bull Christian Horner mengklaim gelar juara perdana Max Verstappen tidak ternoda oleh kontroversi di GP Abu Dhabi.

    Formula 1

    Senin, 24 Januari 2022

    Lakukan Perubahan Regulasi Mulai 2022, F1 Pernah Gagal pada 2009

    F1 melakukan perubahan regulasi mulai 2022 untuk meningkatkan aksi salip menyalip di lintasan.
    X