Skor 5: Kemenangan Bersejarah Sebastian Vettel di Formula 1

2 Agustus 2022, 15:45 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Sebastian Vettel berpose di acara launching Aston Martin Cognizant jelang bergulirnya F1 2021.
Sebastian Vettel berpose di acara launching Aston Martin Cognizant jelang bergulirnya F1 2021. /(instagram.com/astonmartinf1)

  • Pembalap Aston Martin, Sebastian Vettel, telah mengumumkan keputusan pensiunnya pengujung musim F1 2022.
  • Empat kali juara dunia Formula 1 ini telah berkiprah di kokpit jet darat selama 15 tahun.
  • Skor Indonesia merangkum balapan terbaik Sebastian Vettel di Formula 1.

SKOR.id - Pembalap kawakan dan juara dunia empat kali Formula 1, Sebastian Vettel, menyampaikan keputusan pensiunnya pada Kamis (28/7/2022).

Musim F1 2022 menjadi musim terakhir sang pembalap, setelah lebih dari 15 tahun berkarier di balapan jet darat ini.

Sebastian Vettel mengaku ingin menghabiskan waktunya lebih banyak bersama dengan keluarga kecilnya di Jerman.

Vettel memulai kariernya di F1 pada musim 2007 dengan menjalani satu balapan bersama BMW Sauber F1 Team. Setelahnya, Vettel pindah ke Scuderia Toro Rosso dan membalap dalam tujuh seri.

Pada 2008, Vettel menjalani musim penuh bersama Scuderia Toro Rosso dan mengukir kemenangan perdananya di F1 GP Italia.

Berbekal hasil positif tersebut, ia mendapat tiket "promosi" ke Red Bull Racing pada musim 2009 dan langsung bertengger di peringkat dua klasemen akhir musim tersebut.

Setelah itu, Sebastian Vettel mengukir quat-trick juara dunia F1 pada musim 2010-2013. Ia kemudian pindah ke Ferrari pada 2015.

Selama enam tahun kebersamaannya dengan Ferrari, 2015-2020, Sebastian Vettel dua kali mentok di peringkat dua klasemen pada musim 2017 dan 2018.

Mulai musim F1 2021, Sebastian Vettel membalap untuk Aston Martin. Vettel tampil apik pada musim lalu meski hanya bertengger di peringkat ke-12 klasemen pembalap.

Skor Indonesia merangkum 5 balapan terbaik Sebastian Vettel di lintasan Formula 1, dikutip dari berbagai sumber.

1. F1 GP Italia 2008

Grand Prix Italia menjadi sejarah bagi Sebastian Vettel. Tampil cukup menjanjikan mulai dari sesi kualifikasi, Vettel muda berhasil merebut pole position.

Sebastian Vettel menunjukkan kelasnya kepada dunia bahwa dirinya adalah calon pembalap terbaik di F1. Bersama tim Toro Rosso, Vettel berhasil meraih kemenangan pertamanya di F1 GP Italia dan mulai dijuluki "jagoan hujan."

Saat itu, sesi kualifikasi yang diguyur dengan hujan tidak membuat Vettel menyerah. Sang pembalap mampu mengambil posisi puncak dengan memaksimalkan mobil yang ia tunggangi yakni STR3 dengan mesin Ferrari.

Hari balapan pun tiba, ia dibuntuti para pembalap unggulan seperti Heikki Kovalainen (McLaren) di posisi kedua dan Robert Kubica (BMW) di posisi ketiga.

Di atas kertas, McLaren dan BWM lebih unggul dari Toro Rosso. Dan tentunya menjadi ancaman bagi Vettel karena mereka akan tampil kuat selama 53 lap mendatang.

Balapan pun dimulai di belakang Safety Car. Vettel mengasapi Kovalainen pada awal balapan.

"Vettel mengemudi dengan sangat bebas, seolah-olah dia tidak akan mendapatkan kerugian apa-apa, meluncur seperti yang dia lakukan di kualifikasi," kata Mark Hughes, komentator F1 kala itu, dikutip dari GPFans.

 

Vettel berhasil memenangkan balapan dengan penampilan impresif, unggul 12,5 detik dari Kovalainen di posisi kedua.

Ia juga mencatatkan sejarah bagi F1 menjadi pembalap termuda yang berhasil memenangkan Grand Prix F1 dalam usia 21 tahun, 2 bulan 10 hari.

2. F1 GP Malaysia 2015

Sebastian Vettel kembali memberikan kejutan dia ajang F1 GP Malaysia 2015. Vettel membawa pabrikan Ferrari memenangi Grand Prix pertama tim Italia di era Turbo Hybrid.

Di tengah periode Mercedes yang mendominasi F1 di era Hybrid, Vettel sama sekali tidak gelisah. Ia berhasil catatkan waktu kedua tercepat sesi kualifikasi di Sirkuit Sepang, menunjukkan bahwa Ferrari telah membuat kemajuan besar.

Di balapan, Vettel pun mengalahkan Mercedes yang dikendarai oleh Lewis Hamilton.

Keausan ban menjadi faktor utama kemenangan Ferrari di GP Malaysia. Mercedes melakukan tiga kali pit stop sedangkan Vettel hanya melakukan dua kali pit stop dan tentunya hal ini memberikan jarak bagi Vettel dengan pembalap Mercedes.

Nasib naas juga menimpa Mercedes membuat pembalap mereka Lewis Hamilton dan Nico Rosberg harus meninggalkan balapan lebih awal karena masalah mesin.

3. F1 GP Italia 2011

Sebastian Vettel kembali menunjukkan kualitas juara dunianya pada Grand Prix Italia 2011. Kala itu downforce menjadi masalah utama dari para pembalap di grid sirkuit Monza.

Dengan kepercayaan diri dari Vettel ia mampu menjalankan set-up dan top gear pendek yang membuatnya "makin cepat" hampir 20km/jam (12mph) di trek lurus. Vettel mencatatkan waktu yang cepat dari pada pembalap lain meskipun dia tidak menggunakan DRS.

Balapan yang penuh dengan aksi saling salip antara Jenson Button, Lewis Hamilton, dan Fernando Alonso.

Hal yang menarik terjadi di lap 4 ketika Fernando Alonso menutup jalur Vettel ketika memasuki tikungan ketiga dan membuat mobil Vettel menyentuh gras, namun hal ini membuat Vettel memimpin jalannya balapan dan terus melaju di depan.

Hamilton dan Button dari tim McLaren menjadi satu-satunya tim yang dapat mengejar Vettel namun langkah mereka harus tertahan karena Micheal Schumacher terus menahan mereka dan membuat Vettel memenangi balapan dengan jarak 9,6 detik dari Jenson Button.

4. F1 GP India 2013

Kerjasama antara Red Bull dan Sebastian Vettel terus memberikan hasil yang positif.

Vettel yang mendominasi selama musim 2013 ini dengan mengenggam lima kemenangan secara beruntun membuat dirinya memantapkan diri sebagai juara dunia di F1 GP India 2013.

Vettel yang menggunakan ban soft Pirelli semenjak jalannya sesi kualifikasi berhasil merengut posisi pertama dengan jarak selisih 0,752 detik dari Nico Rosberg.

Pirelli sendiri menjadi sosok terpenting yang membuat pembalap asal Jerman ini dapat mendominasi pada musim 2013 ini.

Semenjak awal jalannya balapan Vettel menggunakan ban soft dan hanya bertaman beberapa lap saja, namun setelah menganti ban Vettel terus mengejar musuh-musuhnya dari posisi ketujuh belas.

Vettel hanya butuh finish di posisi keempat untuk memenangkan kejuaran kala itu, namun dengan penampilan Vettel yang sangat baik membuat dirinya mampu memenangkan balapan India.

Mark Webber rekan setim Vettel dengan strategi yang berbeda justru tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Vettel.

Webber mundur dari balapan dikarenakan terjadi kegagalan alternator pada mesin yang mengakibatkan harus meninggalakan Vettel dengan keuntungan besar sehingga membuat Vettel memimpin jalannya balapan dan memastikan Vettel sebagai pemenang di seri India kali ini dengan selisih jarah 29,8 dari Nico Rosberg.

5. F1 GP Abu Dhabi 2010

Musim 2010 tersisa tinggal dua seri lagi, Kala itu Sebastian Vettel berada di urutan keempat kelasemen pembalap, terpaut 25 point dari Fernando Alonso.

Kemenangan manis yang di raih Vettel pada seri sebelumnya di F1 GP Brazil menjadikan dirinya hanya terpaut 15 point dari Alonso dan 7 point dari rekan setimnya Mark Webber.

Sebastian Vettel berhasil mengungguli Hamilton dengan jarak hanya terpaut 0,031 detik untuk merebut pole position di GP Abu Dhabi.

Berbekal start bagus Vettel meraih hasil baik dan berhasil finish di posisi pertama dengan jarak 10.2 detik dari Hamilton.

Dirinya memastikan gelar juara dunia menyusul hasil yang dituai oleh Fernando Alonso dari Ferrari dan Juga Mark Webber rekan setimnya.

Alonso yang sebelumnya memimpin kelasement sementara tak kuasa mengamankan posisi karena dirinya tertahan oleh Vitaly Petrov, sementara rekan setimnya Mark Webber mengalami hal yang lebih parah lagi karena tertahan di belakang Alonso.

Sehingga membuat Vettel yang tadinya berada di posis ketiga kelasemen merangsek ke posisi pertama kelasemen akhir dan mengklaim sebagai juara dunia musim 2010.

Berita F1 Lainnya:

 

Skor 7: Kandidat Pengganti Sebastian Vettel di Aston Martin, Salah Satunya Keturunan Indonesia

Sebastian Vettel Pensiun, Fernando Alonso Resmi Gabung Aston Martin pada F1 2023

Penulis: Septian Eko Wibisono/UNIDA/Magang

 

  • Sumber: f1i.com, The Race, GP Fans
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Dunia

    Selasa, 2 Agustus 2022

    Ini Alasan Pelatih Singa Betina Inggris Selalu Mencium Gelang di Pergelangan Tangan

    Sarina Wiegman, pelatih tim wanita Inggris, terlihat mencium gelang di tangannya saat The Lionesses tenggelam dalam euforia juara Piala Eropa Wanita 2022.

    Esports

    Selasa, 2 Agustus 2022

    Steam, Dota 2, dan CS:GO Sudah Bisa Diakses Kembali

    Kabar ini juga telah dikonfirmasi langsung oleh Dirjen Aptika, Semuel Abrijani Pangerapan bahwa Valve dan Yahoo telah dinormalisasi.

    Timnas Indonesia

    Selasa, 2 Agustus 2022

    Piala AFF U-16 2022: Jelang Hadapi Indonesia, Agenda Latihan Singapura Diwarnai Kericuhan

    Sesi latihan timnas U-16 Singapura yang tengah bersiap untuk menghadapi laga kedua Grup A Piala AFF U-16 2022 melawan Indonesia diwarnai kericuhan.

    Terbaru

    Formula 1

    Rabu, 10 Agustus 2022

    Legenda F1 Sebut Charles Leclerc Mirip Max Verstappen Semasa Muda

    Eks pembalap Formula 1 (F1), David Coulthard, pasang badan terhadap kritik yang ditujukan kepada Charles Leclerc.

    Formula 1

    Rabu, 10 Agustus 2022

    Skor 5: Pembalap-pembalap ''Zonk'' dalam Sejarah Formula 1

    Terdapat ribuan pembalap mobil di dunia, namun hanya 20-an pembalap terpilih yang pernah berkompetisi di Formula 1.

    Formula 1

    Selasa, 9 Agustus 2022

    Bos Alpine F1 Berang Menyusul Kepindahan Fernando Alonso ke Aston Martin

    Bos Alpine F1, Ottmar Szafnauer, berang dengan keputusan Fernando Alonso menerima pinangan Aston Martin.

    Formula 1

    Senin, 8 Agustus 2022

    Dapat Banyak Pelajaran di F1, Charles Leclerc Banyak Berubah

    Charles Leclerc merasa dirinya sudah menjadi pembalap yang lebih baik.

    Formula 1

    Senin, 8 Agustus 2022

    Daniel Ricciardo Masuk Radar Alpine untuk Gantikan Fernando Alonso di F1 2023

    Alpine awalnya tertarik dengan Oscar Piastri tapi sang pembalap menolak karena lebih memilih McLaren.

    Formula 1

    Minggu, 7 Agustus 2022

    Prinsipal Mercedes F1: 5 Tim Bisa Menangi Balapan pada Musim 2024

    Toto Wolff memprediksi akan ada lima tim yang mampu bersaing memenangi balapan pada F1 2024.

    Formula 1

    Minggu, 7 Agustus 2022

    Ferrari di Ambang Kutukan Tim Williams 1995

    Ferrari terancam bernasib sama dengan Williams pada F1 1995.

    Formula 1

    Minggu, 7 Agustus 2022

    Daniel Ricciardo Sebut Pierre Gasly sebagai Pembalap Underrated di F1 2022

    Daniel Ricciardo menyebut Pierre Gasly diremehkan salah satunya karena momen setengah musim di Red Bull pada 2019.

    Formula 1

    Minggu, 7 Agustus 2022

    Max Verstappen: Balapan F1 Seharusnya Hanya 16 per Musim

    Max Verstappen sebut F1 idealnya hanya 16 balapan dalam satu musim. Ini bertentangan dengan visi Liberty Media

    Formula 1

    Sabtu, 6 Agustus 2022

    Christian Horner Ungkap Perkembangan Negosiasi Porsche dan Red Bull untuk F1 2026

    Porsche, menurut Horner, memiliki DNA serupa Red Bull tetapi masih terlalu dini untuk membicarakannya.
    X