IIMS

Saling Gugat, Red Bull Minta FIA Kembali Investigasi Sayap Belakang Mercedes

19 November 2021, 23:45 WIB
Editor: Lily Indriyani
Pembalap Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton, saat tampil dalam sesi balapan F1 GP Sao Paulo 2021 yang berlangsung di Sirkuit Interlagos, Brasil pada Senin (15/11/2021) dini hari WIB.
Pembalap Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton, saat tampil dalam sesi balapan F1 GP Sao Paulo 2021 yang berlangsung di Sirkuit Interlagos, Brasil pada Senin (15/11/2021) dini hari WIB. /twitter.com/MercedesAMGF1

  • Red Bull dan Mercedes saling gugat pada akhir musim F1 2021.
  • Mercedes menggugat Max Verstappen karena dianggap melakukan manuver berbahaya pada F1 GP Sao Paolo, akhir pekan lalu.
  • Kini giliran Red Bull yang berencana melayangkan gugatan lantaran curiga dengan kecepatan Mercedes di Brasil.

SKOR.id - Persaingan perebutan gelar juara F1 2021 antara Max Verstappen (Red Bull Racing) vs Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas), benar-benar panas.

Jelang berakhirnya F1 2021, kedua tim tempat para pembalap tersebut bernaung justru saling melayangkan gugatan.

Ini merupakan buntut dari serangkaian drama yang terjadi pada GP Sao Paolo di Sirkuit Interlagos, Brasil, pekan lalu.

Mercedes mengajukan protes kepada Federasi Automobil Internasional (FIA) karena tak menghukum Max Verstappen

Pembalap asal Belanda itu dianggap melakukan manuver berbahaya terhadap Lewis Hamilton di Tikungan 4, Lap 48 GP Sao Paolo.

Saat itu, Verstappen dianggap memaksa Hamilton untuk keluar trek hingga stewards sempat melakukan investigasi terhadap kejadian itu namun tak ada sanksi.

Seolah tak puas, Prinsipal Red Bull Christian Horner menyatakan sayap belakang Mercedes saat balapan pada F1 GP Sao Paolo, mencurigakan.

Pasalnya, kecepatan mobil Mercedes W12 yang dikendarai oleh Hamilton, tepatnya pada trek lurus Sirkuit Interlagos, dinilai tidak masuk akal.

Berdasarkan catatan Red Bull, Hamilton lebih cepat 7 km/jam ketimbang Verstappen saat memacu mobil pada lintasan lurus Sirkuit Interlagos.

Christian Horner juga meminta Prinsipal Mercedes Toto Wolff untuk menjelaskan tanda skor yang berada di sayap belakang mobil Hamilton.

"Kami jelas melihat kecepatan garis lurus yang sangat signifikan. Perbedaannya mungkin mencapai 7 km/jam dibanding mobil kami," ucapnya.

Horner pun yakin rivalnya tersebut membuat trik untuk membuang hambatan di trek lurus bahkan ketika DRS ditutup. Ini dilakukan dengan elemen tersembunyi.

Adapun sayap belakang W12 milik Hamilton sudah dinyatakan ilegal saat kualifikasi GP Sao Paolo karena jarak kedua sayap lebih lebar 0,2 mm dibanding regulasi FIA.

Hal ini membuat pembalap bergelar Sir itu start paling buncit saat sprint race. Namun, dengan kecepatan Mercedes yang over power, ia mampu finis kelima.

Sedangkan saat balapan, Hamilton harus memulai lomba dari posisi ke-10 lantaran penalti karena telah mengganti power unit.

Namun, lagi-lagi, kecepatan mobil Hamilton kala balapan dianggap "seperti angin" sehingga sukses mengalahkan Verstappen dan menjadi pemenang GP Sao Paulo.

Berita Olahraga Lainnya:

Indonesia Masters 2021: Catatan Terburuk Merah Putih, Sisakan 1 Wakil di Semifinal

Menang TKO, Daud Yordan Sabet Gelar WBC Asia

  • Sumber: crash.net
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Selasa, 16 November 2021

    Gantikan Antonio Giovinazzi, Guanyu Zhou Jadi Pembalap Cina Pertama di F1

    Kursi pembalap F1 untuk 2022 akhirnya lengkap seiring bergabungnya Guanyu Zhou ke Alfa Romeo.

    Formula 1

    Kamis, 18 November 2021

    Buntut Drama Lewis Hamilton dan Max Verstappen di Brasil, Mercedes Ajukan PK ke FIA

    Mercedes mengeklaim telah menemukan tiga bukti baru soal upaya Max Verstappen menghalangi Lewis Hamilton di Interlagos.

    Formula 1

    Jumat, 19 November 2021

    Jadwal F1 GP Qatar 2021: Ajang Pemanasan di Trek Anyar

    Seri ke-10 F1 2021, GP Qatar, bakal berlangsung di Sirkuit Losail, akhir pekan ini.

    Terbaru

    Formula 1

    Senin, 24 Januari 2022

    Lakukan Perubahan Regulasi Mulai 2022, F1 Pernah Gagal pada 2009

    F1 melakukan perubahan regulasi mulai 2022 untuk meningkatkan aksi salip menyalip di lintasan.

    Formula 1

    Senin, 24 Januari 2022

    Gosip Hamilton Pensiun Merebak, Nama Pembalap Formula E Keturunan Indonesia Jadi Calon Pengganti

    Kursi Lewis Hamilton di balik kemudi Mercedes F1 kembali diguncang rumor pensiun.

    Formula 1

    Minggu, 23 Januari 2022

    Bos Alfa Romeo Yakin Kedatangan Valtteri Bottas bakal Bawa Aura Positif

    Usai sudah kebersamaan Valtteri Bottas dengan Mercedes.

    Formula 1

    Minggu, 23 Januari 2022

    Soal Novak Djokovic Saga, Nama Lewis Hamilton dan Valentino Rossi Ikut Disinggung

    Panitia F1 GP Australia 2022 menegaskan peraturan vaksin penuh berlaku penuh termasuk untuk para atlet bintang.

    Formula 1

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Lewis Hamilton Sengaja Menjauh dari Bos Mercedes

    Jacques Villenue menilai diamnya Lewis Hamilton sebagai usaha untuk menjauh dari bos Mercedes, Toto Wolff.

    Formula 1

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Jelang F1 2022, Kutukan Juara Dunia Menanti Max Verstappen

    Prestasi membanggakan diraih pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, di F1 2021.

    Formula 1

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Pierre Gasly: Tahun 2021 adalah Musim Paling Konsisten

    Pierre Gasly menikmati tanggung jawab sebagai senior sekaligus terkesan dengan kerja sama AlphaTauri sebagai tim.

    Formula 1

    Jumat, 21 Januari 2022

    Berlabel Pembalap F1 Tertua, Fernando Alonso Beri Jawaban Mengejutkan

    Fernando Alonso akan menjadi pembalap tertua di balapan Formula 1 musim 2022. Pembalap Alpine itu yakin usia dan pengalamannya akan memberinya keuntungan.

    Formula 1

    Jumat, 21 Januari 2022

    Sirkuit Spa Berdandan dengan Kerikil Tambahan

    Circuit de Spa-Francorchamps memberikan pembaruan lain tentang perkembangan terbarunya dengan menambahkan kerikil di sejumlah sudut..

    Formula 1

    Kamis, 20 Januari 2022

    Peran Penting Jenson Button untuk Nicholas Latifi dan George Russell di F1 2021

    Duo Williams di F1 2021 tersebut mengakui perspektif unik dari Jenson Button sebagai penasihat senior tim.
    X