Perekrutan Cyril Abiteboul, Sinyal Awal Hyundai ke F1

13 Januari 2023, 22:49 WIB
Editor: Tri Cahyo Nugroho
Hyundai dikabarka tertarik untuk turun di Formula 1 menyusul keputusan mereka menunjuk Cyril Abiteboul sebagai bos di Hyundai Motorsport.
Hyundai dikabarka tertarik untuk turun di Formula 1 menyusul keputusan mereka menunjuk Cyril Abiteboul sebagai bos di Hyundai Motorsport. /

  • Cyril Abiteboul dipercaya memimpin Hyundai Motorsport yang menjalankan program di Kejuaraan Dunia Reli (WRC) mulai 2023.
  • Pria asal Prancis itu datang dengan kenyang pengalaman di Formula 1.
  • Masuknya Abiteboul diduga menjadi tanda Hyundai akan merambah F1.

SKOR.id – Beberapa hari lalu, Hyundai menunjuk Cyril Abiteboul untuk memimpin divisi motorsport mereka yang menjalankan program WRC. Pria asal Prancis itu memiliki karier panjang di Formula 1, antara tahun 2001 sampai 2021.

Abiteboul pernah menjadi Deputi Managing Director di Renault Sport F1 serta Prinsipal Tim Caterham F1. Ia salah satu orang kepercayaan di Renault.

Abiteboul berpisah dengan Renault pada 2021, saat pabrikan asal Prancis itu mengganti nama menjadi Alpine di Formula 1. Abiteboul dinilai tidak memenuhi syarat untuk menjadi prinsipal tim di Aalpine.

Penunjukan Abiteboul sebagai penanggung jawab Hyundai Motorsport cukup mengejutkan karena ia tidak memiliki pengalaman di reli dunia. Rumor pun berkembang bila penarikan Abiteboul bisa menjadi bagian awal dari rencana Hyundai untuk terjun ke F1.

Stefano Domenicali selaku CEO Formula One Group – promotor F1 – sudah lama ingin memperbanyak jumlah tim atau pabrikan yang turun. Terakhir, Michael Andretti sudah menyiapkan proposal untuk turun ke F1 dengan menggandeng Cadillac, salah satu merek milik General Motors (GM).

Namun, sejumlah tim elite di F1 masih belum setuju jika Andretti-Cadillac bergabung karena akan mengurangi jatah mereka dari penyelenggara. Selain itu, otoritas F1 juga membutuhkan dukungan pabrikan otomotif besar jika sebuah tim ingin turun.

Menurut sejumlah sumber, salah satu daerah di Korea Selatan akan kembali menggelar balapan F1. Korsel saat ini tengah memikirkan balapan di jalan raya.

GP Korea pernah dilangsungkan empat kali di Sirkuit Yeongam antara 2010-2013. Namun, Yeongam gagal mendapatkan perpanjangan kontrak karena dinilai kurang menguntungkan dari sisi logistik.      

Keinginan Korea Selatan untuk kembali masuk kalender F1 itu dinilai sejalan dengan ketertarikan Hyundai – peringkat kelima dunia dari produksi mobil yang mencapai 3,46 juta unit pada 2022.

Hyundai, dan juga Ford, diisukan menjadi kandidat potensial untuk turun di F1. Selain mereka, masih ada Andretti-Cadillac dan sejumlah pihak yang secara diam-diam telah melakukan negosiasi dengan para bos F1.

Itulah mengapa kedatangan Cyril Abiteboul ke tim reli Hyundai mungkin hanya akan menjadi batu loncatan untuk menjadi pemimpin Hyundai jika turun di F1 nantinya.

Berita Formula 1 Lainnya:

Red Bull Pecat 154 Karyawan Demi Hindari Pelanggaran Budget Cap

Gabung dengan Orang Terkaya Inggris, Lewis Hamilton Tertarik Beli Manchester United

 

Tag

Video

Berita Terkait

Formula 1

Selasa, 10 Januari 2023

Mobil F1 Makin 'Gemuk', George Russell Protes

George Russell menyebut, semakin berat mobil F1 keamanan semakin berkurang

Formula 1

Selasa, 10 Januari 2023

Mattia Binotto Dinilai Tepat untuk Audi

Mantan bos Tim Scuderia Ferrari F1 Mattia Binotto diyakini pas untuk memimpin Audi saat turun di Formula 1 nanti.

Otomotif

Kamis, 12 Januari 2023

Cyril Abiteboul Merasa Tertantang Pimpin Hyundai Motorsport

Hyundai Motorsport memiliki prinsipal tim baru dengan menunjuk Cyril Abiteboul sebagai bos tim reli dunia mereka.

Terbaru

Formula 1

Selasa, 31 Januari 2023

Audi Perkirakan Bakal Temui Kesulitan Awali Formula 1

Audi sudah memperkirakan akan menemui sejumlah kendala saat turun di Formula 1 mulai 2026 nanti.

Formula 1

Selasa, 31 Januari 2023

Kontrak Charles Leclerc belum Jadi Prioritas Ferrari

Fred Vasseur menyebut jika kontrak Charles Leclerc bukanlah prioritas utamanya.

Formula 1

Senin, 30 Januari 2023

Demi Rebut Titel Konstruktor F1, Ferrari Paksa Mekanik Lakukan Latihan 1.000 Kali Pit Stop

Ferrari berambisi memenangi lagi gelar konstruktor F1 yang terakhir mereka raih pada 2008 silam.

Formula 1

Senin, 30 Januari 2023

1 Kesalahan Fatal yang Sebabkan Mattia Binotto Pisah dengan Ferrari

Pengamat Formula 1, Peter Windsor, menyebut ada satu kesalahan fatal yang dilakukan Mattia Binotto, yang membuatnya berpisah dengan Ferrari.

Formula 1

Minggu, 29 Januari 2023

Frederic Vasseur Senang Dapat Bantuan Mattia Binotto pada Awal Masa Tugasnya di Ferrari

Prinsipal baru Tim F1 Ferrari, Frederic Vasseur, masih mendapatkan bantuan dari sosok yang digantikannya, Mattia Binotto.

Formula 1

Minggu, 29 Januari 2023

Max Verstappen Menumpuk Uang di Luksemburg

Max Verstappen terus menangani uang yang berasal dari nama dan logo merek dagangnya melalui perusahaan Luksemburg.

Formula 1

Jumat, 27 Januari 2023

AlphaTauri Gaet Orlen, Alfa Romeo Gandeng Stake

Dua tim Formula 1 Scuderia AlphaTauri dan Alfa Romeo Racing mendapatkan sponsor besar menjelang bergulirnya musim balap 2023.

Formula 1

Kamis, 26 Januari 2023

5 Pembalap yang Wajib Dongkrak Performa pada Formula 1 2023

Para pembalap Formula 1 memang wajib selalu turun dalam performa terbaik. Namun, beberapa di antaranya bakal lebih tertekan daripada lainnya untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Formula 1

Rabu, 25 Januari 2023

Lewis Hamilton Mengaku Bersitegang dengan Toto Wolff Karena 2 Hal Ini

Lewis Hamilton dan Toto Wolff sempat berselisih paham ketika Mercedes mengganti livery dari perak ke hitam di tahun 2020.

Formula 1

Rabu, 25 Januari 2023

Formula 1 2023 Terungkap: Kapan Ferrari Rilis Mobilnya?

Balapan F1 tahun 2022 adalah tahun dengan emosi campur aduk bagi Ferrari. Tim kuda jingkrak melakukan lompatan besar. Tapi juga memudar karena banyak kesalahan sendiri.
X