Menilik Potensi Karier Mattia Binotto usai Meninggalkan Ferrari

2 Desember 2022, 16:45 WIB
Editor: Doddy Wiratama
Prinsipal tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto mengakui timnya butuh waktu untuk bisa kembali kompetitif di ajang F1.
Prinsipal tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto mengakui timnya butuh waktu untuk bisa kembali kompetitif di ajang F1. /(Twitter/Essere Ferrari/@EFerrarialways)

  • Mattia Binotto telah resmi mundur dari jabatannya sebagai team principal Ferrari dalam ajang F1.
  • Berbagai spekulasi pun mencuat terkait kelanjutan karier Mattia Binotto setelah tak lagi menangani tim Kuda Jingkrak.
  • Beberapa alternatif muncul untuk Mattia Binotto, mulai dari jadi pimpinan tim rival hingga petinggi F1.

SKOR.id - Pada Selasa (29/11/2022), Mattia Binotto secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai team principal Ferrari.

Tak sekadar mundur sebagai team principal, pria asal Italia tersebut juga mengakhiri kebersamaan dengan Tim Kuda Jingkrak yang telah berlangsung selama 28 tahun.

Selepas meninggalkan Ferrari, Mattia Binotto belum menentukan ke mana dirinya akan melanjutkan perjalanan kariernya.

Berbagai spekulasi pun mencuat. Dilansir dari Crash, empat di antaranya memiliki kemungkinan terjadi paling besar.

Alfa Romeo/Audi

Prinsipal Tim Alfa Romeo F1 Frederic Vasseur diyakini menjadi kandidat terkuat pengganti Mattia Binotto sebagai bos tim F1 Ferrari yang baru.
Prinsipal Tim Alfa Romeo F1 Frederic Vasseur diyakini menjadi kandidat terkuat pengganti Mattia Binotto sebagai bos tim F1 Ferrari yang baru. Twitter (@alfaromeoorlen)

Team principal Alfa Romeo, Frederic Vasseur, menjadi salah satu favorit untuk menggantikan posisi Mattia Binotto.

Jika skenario di atas terjadi, maka kursi team principal Alfa Romeo otomatis akan kosong dan segera dibutuhkan sosok pengganti.

Mattia Binotto pun dinilai sebagai sosok yang pas sebagai team principal apalagi pada musim 2026 nanti Alfa Romeo akan diambil alih oleh Audi yang butuh sosok pemimpin berpengalaman.

Jika jadi menggantikan Vasseur pada musim depan, Binotto akan punya waktu untuk beradaptasi sebelum Audi benar-benar masuk F1.

Mengingat Alfa Romeo bermarkas di Swiss, negara kelahiran Binotto, peluang pria berkacamata tersebut untuk merapat ke Alfa Romeo pun cukup besar.

Mercedes

Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, masih mencemaskan insiden kedua pembalapnya dalam dua lomba di Sirkuit Silverstone, Inggris, terulang pada akhir pekan ini di Sirkuit Catalunya, Spanyol.
Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, masih mencemaskan insiden kedua pembalapnya dalam dua lomba di Sirkuit Silverstone, Inggris, terulang pada akhir pekan ini di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Twitter/Mercedes-AMG F1 (@MercedesAMGF1)

Belakangan, beredar rumor bahwa Toto Wolff tidak akan lama lagi menjabat sebagai team principal Mercedes.

Wolff dikabarkan tengah berada dalam masa transisi sebelum mengemban jabatan eksekutif anyar di tim Silver Arrows.

Tak hanya itu, Mercedes juga berkeinginan merombak departemen mesin mereka setelah kehilangan beberapa orang kunci ke Red Bull Racing.

Entah menjadi team principal atau menangani departemen mesin, Mercedes bisa jadi rumah baru bagi Binotto.

Red Bull Racing

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen (bertopi, tengah), merayakan kemenagan di GP Belanda 2022 bersama segenap kru Red Bull Racing.
Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen (bertopi, tengah), merayakan kemenagan di GP Belanda 2022 bersama segenap kru Red Bull Racing. (INSTAGRAM RED BULL RACING)

Sejak memutuskan berpisah dengan Honda dan mengembangkan mesin sendiri, Red Bull Powertrains, pabrikan asal Austria itu tengah mencari sosok mekanik berpengalaman.

Mereka telah merekrut Ben Hodgkinson, mantan kepala Mercedes High Performance Powertrains, untuk memimpin divisi mesin Red Bull Racing.

Dengan kegagalan membangun kerja sama dengan Porsche, Red Bull Racing mungkin ingin memperkuat jajarannya dengan merekrut figur dengan pengalaman seperti Binotto.

Petinggi F1

Stefano Domenicali menjadi salah satu prinsipal tim yang lama bertugas di Ferrari meskipun hanya mampu merebut satu gelar kostruktor.
Stefano Domenicali menjadi salah satu prinsipal tim yang lama bertugas di Ferrari meskipun hanya mampu merebut satu gelar kostruktor. Twitter (@ScuderiaFerrari)

Setelah berkecimpung cukup lama, Ross Brawn akhirnya pensiun dari F1. Situasi ini membuat jajaran petinggi F1 memerlukan sosok sarat pengalaman untuk menggantikan Ross Brawn.

Tak hanya Ross Brawn, mantan mekanik Renault dan Williams bernama Pat Symonds juga memilih menyudahi tugas sebagai petinggi F1.

Bukan tidak mungkin Binotto akan menggantikan peran Brawn atau Symonds sebagai petinggi F1 mengingat relasinya yang cukup dekat dengan CEO F1 saat ini, Stefano Domenicali.

Mattia Binotto dan Stegano Domenicali yang sesama berasal dari Italia pernah bahu membahu dalam kubu Tim Kuda Jingrak.

Berita Formula 1 lainnya:

Bernie Ecclestone: F1 Mesti Berterima Kasih pada Max Verstappen

Nomor Mobil Pembalap F1 2023, Harapan Keberuntungan dan Takhayul

Terungkap, Ini Nomor Mobil Logan Sargeant di F1 2023

  • Sumber: Crash
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Selasa, 29 November 2022

    Lewis Hamilton Tegaskan Belum Akan Pensiun dari F1 dalam Waktu Dekat

    Juara dunia F1 tujuh kali Lewis Hamilton menegaskan belum punya rencana pensiun dalam waktu dekat.

    Formula 1

    Rabu, 30 November 2022

    Skor 6: Prinsipal Tim Ferrari F1 dengan Masa Tugas Terlama

    Ferrari terbilang sering mengganti prinsipal tim Formula 1 mereka. Namun, ada enam bos tim F1 yang terbilang lama bertahan, termasuk Mattia Binotto yang mundur pada Selasa (29/11/2022).

    Formula 1

    Rabu, 30 November 2022

    Skor 5: Masalah Utama Ferrari yang Mesti Diselesaikan Bos Anyar pada F1 2023

    Prinsipal Ferrari, Mattia Binotto, resmi mengundurkan diri pada Selasa (29/11/2022) kemarin.

    Terbaru

    Formula 1

    Selasa, 31 Januari 2023

    Audi Perkirakan Bakal Temui Kesulitan Awali Formula 1

    Audi sudah memperkirakan akan menemui sejumlah kendala saat turun di Formula 1 mulai 2026 nanti.

    Formula 1

    Selasa, 31 Januari 2023

    Kontrak Charles Leclerc belum Jadi Prioritas Ferrari

    Fred Vasseur menyebut jika kontrak Charles Leclerc bukanlah prioritas utamanya.

    Formula 1

    Senin, 30 Januari 2023

    Demi Rebut Titel Konstruktor F1, Ferrari Paksa Mekanik Lakukan Latihan 1.000 Kali Pit Stop

    Ferrari berambisi memenangi lagi gelar konstruktor F1 yang terakhir mereka raih pada 2008 silam.

    Formula 1

    Senin, 30 Januari 2023

    1 Kesalahan Fatal yang Sebabkan Mattia Binotto Pisah dengan Ferrari

    Pengamat Formula 1, Peter Windsor, menyebut ada satu kesalahan fatal yang dilakukan Mattia Binotto, yang membuatnya berpisah dengan Ferrari.

    Formula 1

    Minggu, 29 Januari 2023

    Frederic Vasseur Senang Dapat Bantuan Mattia Binotto pada Awal Masa Tugasnya di Ferrari

    Prinsipal baru Tim F1 Ferrari, Frederic Vasseur, masih mendapatkan bantuan dari sosok yang digantikannya, Mattia Binotto.

    Formula 1

    Minggu, 29 Januari 2023

    Max Verstappen Menumpuk Uang di Luksemburg

    Max Verstappen terus menangani uang yang berasal dari nama dan logo merek dagangnya melalui perusahaan Luksemburg.

    Formula 1

    Jumat, 27 Januari 2023

    AlphaTauri Gaet Orlen, Alfa Romeo Gandeng Stake

    Dua tim Formula 1 Scuderia AlphaTauri dan Alfa Romeo Racing mendapatkan sponsor besar menjelang bergulirnya musim balap 2023.

    Formula 1

    Kamis, 26 Januari 2023

    5 Pembalap yang Wajib Dongkrak Performa pada Formula 1 2023

    Para pembalap Formula 1 memang wajib selalu turun dalam performa terbaik. Namun, beberapa di antaranya bakal lebih tertekan daripada lainnya untuk mendapatkan hasil lebih baik.

    Formula 1

    Rabu, 25 Januari 2023

    Lewis Hamilton Mengaku Bersitegang dengan Toto Wolff Karena 2 Hal Ini

    Lewis Hamilton dan Toto Wolff sempat berselisih paham ketika Mercedes mengganti livery dari perak ke hitam di tahun 2020.

    Formula 1

    Rabu, 25 Januari 2023

    Formula 1 2023 Terungkap: Kapan Ferrari Rilis Mobilnya?

    Balapan F1 tahun 2022 adalah tahun dengan emosi campur aduk bagi Ferrari. Tim kuda jingkrak melakukan lompatan besar. Tapi juga memudar karena banyak kesalahan sendiri.
    X