Lewis Hamilton Bukan Pembalap Terhebat di Mata Sir Jackie Stewart

6 Oktober 2020, 21:05 WIB
Editor: Tri Cahyo Nugroho
Salah satu legenda F1, Sir Jackie Stewart menilai pembalap Tim Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton, bukanlah pembalap terhebat yang pernah ia lihat. Tampak Hamilton menyapa penonton yang ada di Sirkuit Mugello, Italia, tepat setelah ia memenangi F1 GP Tuscan 2020.
Salah satu legenda F1, Sir Jackie Stewart menilai pembalap Tim Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton, bukanlah pembalap terhebat yang pernah ia lihat. Tampak Hamilton menyapa penonton yang ada di Sirkuit Mugello, Italia, tepat setelah ia memenangi F1 GP Tuscan 2020. /(Twitter.com/MercedesAMGF1)

SKOR.id - Juara dunia Formula 1 (F1) tiga kali, Sir Jackie Stewart menilai kemampuan Lewis Hamilton tidak sama dengan pembalap legendaris sekelas Juan Manuel Fangio atau Jim Clark.

Lewis Hamilton diyakini tidak akan kesulitan merebut gelar juara dunia F1 untuk kali ketujuh (setelah 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019), musim ini, setelah sangat mendominasi dari 10 lomba yang sudah digelar di GP F1 2020.

Dengan tujuh lomba tersisa, Hamiton sudah unggul hingga 44 poin dari lawan terdekat yang juga rekan setimnya di Mercedes-AMG Petronas, Valtteri Bottas.

Selain berpeluang merebut gelar ketujuh menyamai Michael Schumacher, Hamilton kini juga hanya terpaut satu dari rekor kemenangan terbanyak di F1 yang juga dipegang legenda asal Jerman itu, 91.

Kendati begitu, Sir Jackie Stewart yang berbicara dalam podcast bersama Fast Lane menegaskan dirinya tidak memasukkan nama Hamilton sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah F1.

Menurut juara dunia F1 1969, 1971, dan 1973 itu, level kehebatan pembalap saat ini bukan dilihat hanya dari turun di 20 atau 22 lomba dalam semusim.

"Bagi saya, Juan Manuel Fangio adalah pembalap terhebat yang pernah ada. Jim Clark ada di posisi kedua, bahkan di depan Ayrton Senna," ucap pria asal Inggris yang kini berusia 81 tahun tersebut, seperti dikutip Skor.id dari Crash.net.

Pembalap seperti Fangio (juara dunia F1 lima kali) dan Clark (kampiun F1 1963 dan 1965) mungkin hanya enam hingga delapan kali turun di F1 dalam semusim. Namun, di sela-sela F1 itu mereka juga turun di balap mobil lainnya seperti GT.

"Hamilton maupun pembalap top F1 saat ini, memang 20 sampai 22 kali turun semusim. Tetapi mereka hanya berlomba di F1," tutur Stewart.

"Mereka tidak turun di balap mobil turing, GT cars, IndyCar, atau Can-Am," ucap pembalap yang aktif di F1 pada 1965-1973 tersebut.

Menurut pembalap yang pernah membela tim BRM, Matra, March, dan Tyrrell tersebut, tekanan yang dihadapi pembalap F1 saat ini terbilang ringan baginya.

Sir Jackie Stewart (kanan) saat berbincang dengan Lewis Hamilton seusai sebuah lomba F1 pada 2017 lalu. Saat itu, Stewart sangat yakin Hamilton mampu melewati rekor Juan Manuel Fangio dan Michael Schumacher.
Sir Jackie Stewart (kanan) saat berbincang dengan Lewis Hamilton seusai sebuah lomba F1 pada 2017 lalu. Saat itu, Stewart sangat yakin Hamilton mampu melewati rekor Juan Manuel Fangio dan Michael Schumacher. (Twitter/@GrumpySirJackie)

"Mereka kini bisa lebih rileks. Pergi ke pusat riset tim, berlatih dengan simulator, dan sebagainya. Ini tidak sama dengan yang kami hadapi dulu. Benar-benar dunia yang berbeda," kata Stewart.

Stewart pun melihat dominasi Mercedes di F1 dalam beberapa tahun terakhir membuat Hamilton mendapat keuntungan yang "hampir tidak adil" dibanding para rivalnya.

"Saya tidak pernah meremehkan skill dan teknik Hamilton, jujur. Namun, karakter pembalap top zaman dulu memang benar-benar berbeda," ujar Stewart.

Fangio, menurut Stewart, cukup hebat bersama Ferrari. Tetapi, Fangio kemudian berpikir: "Mungkin saya juga bisa cepat bersama Maserati tahun depan".

"Jadi, Fangio tidak pernah mengikat kontrak lebih dari setahun dengan sebuah tim. Ia lantas pernah memperkuat Mercedes-Benz dan memenangi dua gelar juara dunia," tutur Stewart.

Fangio merebut gelar pertamanya bersama Alfa Romeo pada 1951. Pada 1954, ia juara setelah tiga lomba awal bersama Officine Alfieri Maserati dan enam berikutnya untuk Daimler Benz AG (Mercedes).

Fangio kembali juara pada 1955 setelah semusim penuh (tujuh lomba) bersama Mercedes. Dua gelar lainnya direbut bersama Scuderia Ferrari (1956) dan Officine Alfieri Maserati (1957).

"Saya sangat senang saat Hamilton meninggalkan McLaren untuk bergabung dengan Mercedes-Benz. Namun, saat ini Mercedes terlalu superior dan rasanya tidak adil bagi pembalap lainnya," kata Stewart.

"Respek yang Anda terima akan berbeda jika mampu juara dengan mobil yang bukan terbaik. Itulah yang membedakan antara pembalap yang sangat hebat dengan pembalap sukses."

Di akhir acara, Sir Jackie Stewart sekali lagi menegaskan sama sekali tidak meremehkan Lewis Hamilton. Tetapi, Stewart mengaku akan sangat berat baginya untuk mengakui Hamilton sebagai pembalap F1 terhebat.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita F1 Lainnya:

Mustahil Diterima Lewis Hamilton, Max Verstappen Disarankan Bertahan di Red Bull

F1 GP Turki Digelar Tertutup, 100.000 Fan Batal Padati Istanbul Park

Melbourne Tetap Ingin Jadi Tuan Rumah Seri Pembuka F1 2021

 

 

  • Sumber: crash.net
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Sabtu, 3 Oktober 2020

    F1 GP Emilia Romagna 2020: Panitia Kantongi Izin untuk Datangkan 26 Ribu Penonton

    Total 26.000 penonton akan memadati tribun Sirkuit Imola selama dua hari F1 GP Emilia Romagna 2020, 31 Oktober - 1 November.

    Formula 1

    Sabtu, 3 Oktober 2020

    Renault Siap Kembali Pasok Mesin F1 untuk Red Bull Racing

    Renault pernah menjadi pemasok mesin F1 bagi Red Bull Racing pada periode 2007-2018 sebelum beralih ke Honda.

    Balap

    Minggu, 4 Oktober 2020

    Queensland Segera Bangun Sirkuit, Opsi Baru F1 di Australia Bertambah

    Negara bagian Queensland, Australia, berniat membangun sirkuit anyar berkapasitas 40.000 penonton dan mendapat dukungan FIA.

    Terbaru

    Formula 1

    Kamis, 9 Desember 2021

    Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2021: Puncak Duel Max Verstappen vs Lewis Hamilton

    Kompetisi Formula 1 (F1) 2021 akhirnya mencapai puncak, akhir pekan ini.

    Formula 1

    Rabu, 8 Desember 2021

    Saat Kimi Raikkonen Diminta Memilih Jadi Presiden F1 atau Finlandia

    F1 GP Abu Dhabi 2021 yang digelar akhir pekan ini bakal menjadi balapan terakhir Kimi Raikkonen di ajang yang telah membesarkan namanya.

    Formula 1

    Rabu, 8 Desember 2021

    Perebutan Juara Dunia F1 2021: Lewis Hamilton 2 Kali Gagal Juara dalam Pertaruhan Terakhir

    Lewis Hamilton tiga kali menghadapi perburuan titel F1 hingga seri terakhir. Ia mengalami dua kali kekalahan dan menang sekali saja

    Formula 1

    Selasa, 7 Desember 2021

    5 Momen Lewis Hamilton Berebut Gelar Juara Dunia F1 hingga Balapan Terakhir

    Selama 15 tahun berkarier di F1, Lewis Hamilton lima kali berebut gelar juara dunia yang harus ditentukan lewat balapan terakhir.

    Formula 1

    Selasa, 7 Desember 2021

    13 Fakta Menarik F1 GP Arab Saudi 2021: Puncak Pertarungan 2 Calon Jawara

    Akhir pekan lalu, Sirkuit Jeddah Corniche akhirnya tuntas menjalankan tugasnya sebagai tuan rumah balap jet darat.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Diwarnai Banyak Insiden, George Russell Minta Sirkuit Jeddah Corniche Dibuat Lebih Aman

    Pembalap Williams, George Russell, telah meminta Sirkuit Corniche Jeddah untuk dimodifikasi setelah gagal finis dari F1 GP Arab Saudi perdana.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Max Verstappen: F1 Sekarang Bukan Perkara Balapan tetapi Hukuman

    Ajang F1 GP Arab Saudi 2021 telah rampung digelar pada Minggu (6/12/2021).

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Juara Dunia F1 2021 Ditentukan Seri Terakhir, Max Verstappen vs Lewis Hamilton Ukir Sejarah

    Duel perebutan gelar juara dunia F1 2021 antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton dipastikan berlangsung hingga seri terakhir.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Hasil F1 GP Arab Saudi: Lewis Hamilton Menang Dramatis, Persaingan Perebutan Juara Dunia Makin Sengit

    Dipenuhi sejumlah insiden, Lewis Hamilton berhasil menjadi yang tercepat di GP Arab Saudi.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    FI GP Arab Saudi 2021: Tak Mau Kena Penalti, Max Verstappen Putuskan Tak Ganti Gearbox

    Max Verstappen mengalami nasib sial dalam rangkaian F1 GP Arab Saudi.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X