Lakukan Perubahan Regulasi Mulai 2022, F1 Pernah Gagal pada 2009

24 Januari 2022, 19:05 WIB
Editor: Lily Indriyani
Max Verstappen saat tampil pada balapan F1 GP Abu Dhabi 2021 yang digelar di Sirkuit Yas Marina pada Minggu (12/12/2021).
Max Verstappen saat tampil pada balapan F1 GP Abu Dhabi 2021 yang digelar di Sirkuit Yas Marina pada Minggu (12/12/2021). /twitter.com/redbullracing

  • F1 akan mengalami perubahan regulasi besar-besaran pada 2022.
  • Perubahan regulasi diharapkan membuat aksi menyalip di lintasan semakin banyak.
  • F1 perlu berhati-hati sebab regulasi untuk memperbanyak aksi menyalip sering berbuah kegagalan seperti pada 2009.

SKOR.id - Formula 1 (F1) pernah melakukan perubahan regulasi besar-besaran demi membuat balapan makin sengit pada 2009. 

Saat itu, banyak komponen "asing" yang muncul dalam mobil F1 seperti double difusser dan Kinetic Energy Recovering System (KERS).

Alih-alih membuat aksi salip menyalip di lintasan lebih banyak, tim-tim besar seperti Scuderia Ferrari dan McLaren justru kesulitan.

Alhasil, ketika itu, mereka tidak mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia baik konstruktor maupun pembalap.

Pada paruh pertama musim F1 2009, Brawn GP, tim yang menjadi cikal Mercedes-AMG Petronas, justru sangat dominan.

Jenson Button dan Rubens Barichello dominan di baris depan. Namun, kondisi tersebut tak berlangsung konsisten. 

Memasuki paruh kedua, giliran Red Bull Racing. Sebastian Vettel seperti tak henti meraih kemenangan saat F1 2009 hampir mencapai akhir.

Pada F1 2022, mereka kembali menghadirkan konsep ground effect. Teknologi ini sempat di-banned FIA pada 1983 akibat masalah keamanan.

Namun, ground effect di F1 modern jelas berbeda. Jika ground effect pada F1 di masa alalu membuat mobil terlihat sangat ceper, kini tidak.

Ground effect dihasilkan dengan memanfaatkan kolong mobil yang dibentuk sedemikian rupa dan punya bilah tegas supaya bisa mengalirkan udara.

Diffuser dengan ukuran besar juga terlihat di mobil F1 2022, demi mengalirkan udara dari kolong mobil ke bagian belakang hingga menghasilkan tekanan udara tinggi.

Konsep mobil seperti ini jelas punya kelebihan. Mobil jadi lebih cepat di tikungan. Yang terpenting, efek dirty air yang dihasilkan mobil F1 bisa diminimalisasi.

Sebagai catatan, dirty air inilah yang cukup menghambat aksi salip-menyalip di F1 sebab membuat pembalap yang ada di belakang sulit mendekat.

Perubahan ukuran veleg ban, dari 13 inch ke 18 inch, berefek pada perubahan ketebalan dan lebar ban hingga berpengaruh pada strategi pitstop tim.

Dengan regulasi ban yang baru, pembalap makin jarang masuk pit. F1 tak ingin aksi overtake terjadi karena strategi pitstop melainkan murni dari duel di trek.

Berita Olahraga Lainnya:

Terancam Kehilangan Sumber Pendapatan, Goh Jin Wei Buka Suara Terkait Sanksi BAM

Ketua DPRD DKI Jakarta Ingin Basket Semakin Berkembang di Masyarakat

 

 

  • Sumber: crash.net, boxboxnow
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Senin, 27 Desember 2021

    3 Balapan di F1 2022 yang Harus Ditaklukkan Lewis Hamilton, Balaskan Dendam ke Max Verstappen

    Kegagalan Lewis Hamilton menjadi juara dunia Formula 1 2021 menjadi cerita tersendiri, terutama menyambut musim baru kompetisi.

    Formula 1

    Senin, 3 Januari 2022

    ''Melawak'' Sepanjang Musim Lalu, Nikita Mazepin Siap Bersaing di Papan Tengah F1 2022

    Nikita Mazepin optimistis mampu bersaing di papan tengah pada F1 2022 mendatang

    Terbaru

    Formula 1

    Selasa, 24 Mei 2022

    Terungkap, Ini Penyebab Charles Leclerc Gagal Finis di GP Spanyol 2022

    Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, kembali menuai hasil buruk usai gagal finis pada F1 GP Spanyol 2022 yang digelar akhir pekan lalu.

    Formula 1

    Senin, 23 Mei 2022

    Fernando Alonso Pilih Damai dengan FIA usai Lontarkan Kritikan ke Steward

    Fernando Alonso memilih berdamai dengan FIA terkait masalah yang terjadi saat F1 GP Miami.

    Formula 1

    Senin, 23 Mei 2022

    10 Fakta Menarik F1 GP Spanyol 2022

    Beberapa fakta menarik tercipta selama gelaran F1 GP Spanyol 2022 di Sirkuit Catalunya.

    Formula 1

    Senin, 23 Mei 2022

    Charles Leclerc di F1 GP Spanyol 2022, Sial di Lintasan dan Tangga Juara

    Setelah gagal di Spanyol, target Charles Leclerc adalah memperbaiki penampilan di F1 GP Monako 2022.

    Formula 1

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Hasil Kualifikasi F1 GP Spayol 2022: Sempat Melintir, Charles Leclerc Amankan Pole Position

    Charles Leclerc melanjutkan tren positifnya dalam tiga sesi latihan bebas F1 GP Spanyol 2022 dengan menyabet pole position saat kualifikasi.

    Formula 1

    Kamis, 19 Mei 2022

    Jadwal F1 GP Spanyol 2022: Menanti Duel Verstappen-Leclerc di Trek Favorit Lewis Hamilton

    Ajang F1 2022 akan menggelar seri keenam pada akhir pekan ini.

    Formula 1

    Rabu, 18 Mei 2022

    F1 Resmi Pangkas Kalender Balapan 2022, Coret GP Rusia dan Tanpa Pengganti

    Rabu (18/5/2022), FIA dan Formula 1 menegaskan bahwa kalender 2022 hanya 22 seri setelah GP Rusia dicoret.

    Formula 1

    Rabu, 18 Mei 2022

    Max Verstappen Ungkap Syarat Pindah Tim pada Masa Depan

    Keberhasilan Max Verstappen menjuarai Formula 1 2021 membuat namanya meroket.

    Formula 1

    Selasa, 17 Mei 2022

    Masih Melempem di F1, Mick Schumacher Dituntut Mampu Bersaing

    Prinsipal Haas, Guenther Steiner, berharap Mick Schumacher segera meraih poin pertamanya dalam Formula 1.

    Formula 1

    Senin, 16 Mei 2022

    Charles Leclerc Hancurkan Mobil Klasik Niki Lauda saat Ekshibisi di Monako

    Charles Leclerc menabrakkan mobil Ferrari 312 B3 keluaran 1974 ke pembatas Sirkuit Monako pada Minggu (15/5/2022).
    X