pon-papua

Kans Merger Formula E dengan Formula 1 Terbuka Lebar

25 Februari 2021, 13:20 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Lily Indriyani
Persaingan ketat terjadi dala balapan Formula E di Sirkuit Tempelhof Airport, Berlin, Jerman pada 9 Agustus 2020.
Persaingan ketat terjadi dala balapan Formula E di Sirkuit Tempelhof Airport, Berlin, Jerman pada 9 Agustus 2020. /(Twitter.com/ABB Formula E/@FIAFormulaE)

  • Pendiri Formula E, Alejandro Agag, meyakini akan merger dengan Formula 1 di masa yang akan datang.
  • Hal ini berkaitan dengan wacana nol emisi pada F1 2030.
  • Lisensi dari FIA jadi alasan Alejandro Agag yakin dengan wacana merger tersebut.

SKOR.id - Peluang merger antara Formula E dengan Formula 1 (F1) terbuka lebar di masa depan. Hal itu diyakini Alejandro Agag, pendiri Formula E.

Dalam wawancara yang dilansir caradvice.com, Alejandro Agag menyoroti rencana F1 yang akan beralih ke biofuel pada 2025 dan emisi nol pada 2030.

Jika F1 benar-benar bertekad untuk mewujudkan ambisi itu, maka bergabung dengan ajang balap mobil formula listrik itu adalah pilihan terbaik.

Sebagai informasi, Formula E merupakan pemegang lisensi satu-satunya untuk kelas single-seater listrik hingga 19 tahun ke depan.

"Formula E memang sangat berbeda dalam tingkat popularitas dan penonton, ketimbang Formula 1," kata Alejandro Agag. 

"Namun, saya yakin, di masa depan (Formula E) akan bergabung dengan mereka (F1). Saya tidak tahu kapan akan terjadi."

Pria 50 tahun itu menambahkan, jika F1 akhirnya bersikeras untuk berdiri sendiri, ambisi emisi nol akan mustahil terwujud.

Alasan utamanya adalah izin FIA, otoritas balap dunia, yang telah memberi izin pada Formula E dengan mobil listrik hingga 2040.

"Jika (F1) tak kerja sama dengan Formula E, mereka hanya bisa melakukan (emisi nol) 19 tahun lagi karena saat itulah lisensi kami berakhir." 

"Itu akan sangat terlambat. Kami sudah mengantongi izin selama 25 tahun, di mana enam tahun telah berjalan (sejak 2014). Masih ada 19 tahun lagi."

Rencana bahan bakar ramah lingkungan dalam F1 sejatinya masih menjadi pro dan kontra di berbagai kalangan.

Mobil McLaren yang dikendarai Lando Norris pada Formula 1 2020
Mobil McLaren yang dikendarai Lando Norris pada Formula 1 2020 (Mclaren/Twitter)

Editor senior AutoMotor, Andreas Haupt, menyebut faktor anggaran jadi penghalang pengembangan mesin ramah lingkungan di antara pabrikan F1.

Pasalnya, mengubah mesin dari berbahan bakar fosil menjadi ramah lingkungan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Andreas Haupt menyebut pengembangan mesin pembakaran internal bisa jadi salah satu opsi agar F1 bisa lebih "lebih ramah lingkungan".

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Formula 1 Lainnya:

Formula 1 Belum Ramah Lingkungan, Takut Gunakan ''BBM Hijau'' karena Mahal

Toto Wolff: Mercedes Hadapi Bencana Sangat Besar pada F1 2022

  • Sumber: Car Advice
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Balap

    Senin, 22 Februari 2021

    Masa Depan Formula E Dipertanyakan, Apa Kabar ePrix Jakarta?

    Tamparan keras menghampiri Formula E jelang hengkangnya dua pabrikan besar di pengujung musim 2020-2021.

    Formula 1

    Selasa, 23 Februari 2021

    Tua-tua Keladi, Kimi Raikkonen Antusias Jelang Perayaan 20 Tahun di F1

    Kimi Raikkonen mengaku masih memiliki motivasi tinggi di musim ini seperti saat debut di F1 2001.

    Formula 1

    Selasa, 23 Februari 2021

    Red Bull Racing Launching Mobil untuk F1 2021, Klaim Bisa Saingi Mercedes

    Mobil Red Bull Racing untuk Formula 1 (F1) 2021 resmi diluncurkan pada Selasa (23/2/2021).

    Terbaru

    Formula 1

    Selasa, 7 Desember 2021

    5 Momen Lewis Hamilton Berebut Gelar Juara Dunia F1 hingga Balapan Terakhir

    Selama 15 tahun berkarier di F1, Lewis Hamilton lima kali berebut gelar juara dunia yang harus ditentukan lewat balapan terakhir.

    Formula 1

    Selasa, 7 Desember 2021

    13 Fakta Menarik F1 GP Arab Saudi 2021: Puncak Pertarungan 2 Calon Jawara

    Akhir pekan lalu, Sirkuit Jeddah Corniche akhirnya tuntas menjalankan tugasnya sebagai tuan rumah balap jet darat.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Diwarnai Banyak Insiden, George Russell Minta Sirkuit Jeddah Corniche Dibuat Lebih Aman

    Pembalap Williams, George Russell, telah meminta Sirkuit Corniche Jeddah untuk dimodifikasi setelah gagal finis dari F1 GP Arab Saudi perdana.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Max Verstappen: F1 Sekarang Bukan Perkara Balapan tetapi Hukuman

    Ajang F1 GP Arab Saudi 2021 telah rampung digelar pada Minggu (6/12/2021).

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Juara Dunia F1 2021 Ditentukan Seri Terakhir, Max Verstappen vs Lewis Hamilton Ukir Sejarah

    Duel perebutan gelar juara dunia F1 2021 antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton dipastikan berlangsung hingga seri terakhir.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Hasil F1 GP Arab Saudi: Lewis Hamilton Menang Dramatis, Persaingan Perebutan Juara Dunia Makin Sengit

    Dipenuhi sejumlah insiden, Lewis Hamilton berhasil menjadi yang tercepat di GP Arab Saudi.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    FI GP Arab Saudi 2021: Tak Mau Kena Penalti, Max Verstappen Putuskan Tak Ganti Gearbox

    Max Verstappen mengalami nasib sial dalam rangkaian F1 GP Arab Saudi.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    Rumor, Musim Depan F1 Gelar 6 Sprint Race

    F1 telah melakukan uji coba format sprint race pada tiga seri, musim ini.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    Link Live Streaming F1 GP Arab Saudi: Menanti Reaksi Max Verstappen usai Kecelakaan di Kualifikasi

    Persaingan Max Verstappen vs Lewis Hamilton dapat disaksikan para penggemar balap di Champion TV 4

    Formula 1

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Lewis Hamilton Sebut Sirkuit Jeddah Corniche Sangat Berbahaya

    Lewis Hamilton menyebut Jeddah Corniche Circuit berbahaya karena punya trek yang sempit dan berkarakter cepat.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X