IIMS

Jeblok di F1 2020, Ferrari Tanpa Perubahan Strategi untuk Menghadapi Musim 2021

2 Februari 2021, 14:50 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama
Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, bakal menghadapi balapan sulit dalam F1 GP Italia karena harus start dari grid 13 Sirkuit Monza, Minggu malam 6 September 2020.
Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, bakal menghadapi balapan sulit dalam F1 GP Italia karena harus start dari grid 13 Sirkuit Monza, Minggu malam 6 September 2020. /

  • Mattia Binotto menegaskan tidak akan ada perombakan dalam internal Ferrari setelah mendapat hasil jeblok di F1 2020.
  • Strategi Ferrari untuk F1 2021 akan tetap sama dari sebelumnya.
  • Bos Ferrari mengklaim bahwa timnya telah berinvestasi besar selama 2020 untuk masa depan yang lebih cerah.

SKOR.id - Mattia Binotto mengatakan bahwa tidak akan ada perubahan kebijakan dalam kubu Scuderia Ferrari untuk menghadapi kompetisi Formula 1 (F1) 2021.

Hasil jeblok sepanjang 2020 tidak membuat komposisi struktural tim Kuda Jingkrak berubah drastis untuk musim ini.

Mattia Binotto selaku pimpinan tim bahkan mengklaim masih mendapat dukungan penuh dari tim untuk melanjutkan strategi Ferrari di tahun 2021.

Apalagi Ferrari pada tahun ini kedatangan Carlos Sainz Jr. yang akan menjadi tandem anyar Charles Leclerc.

"Tidak ada perubahan dalam rencana kami. Namun, saya tahu bahwa waktu saya tidak selamanya," kata Binotto dilansir dari formula1.com.

"Saya sangat sadar tentang fakta bahwa sebagai sebuah tim kami harus melakukan yang terbaik. Begitu juga dengan saya sebagai pimpinan harus demikian di musim selanjutnya."

Binotto tidak menyangkal bahwa F1 2020 menghadirkan salah satu catatan terburuk bagi Ferrari selama mengaspal di ajang Formula 1.

Meskipun tidak menyebut secara spesifik, pria asal Italia itu mengklaim bahwa Ferarri telah mempersiapkan sebuah kejutan untuk musim terbaru.

Mereka telah berinvestasi besar untuk masa depan ketika mengalami keterpurukan di F1 tahun lalu.

"Secara umum, tahun lalu sangat intens, padat, dan berat di berbagai aspek. Penampilan kami sangat buruk," tuturnya.

"Finis sebagai konstruktor urutan keenam adalah hasil yang sangat jelek sejak 1980. Ini belum pernah terjadi sebelumnya."

Prinsipal tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto mengakui timnya butuh waktu untuk bisa kembali kompetitif di ajang F1.
Prinsipal tim Scuderia Ferrari Mattia Binotto mengakui timnya butuh waktu untuk bisa kembali kompetitif di ajang F1. (Twitter/Essere Ferrari/@EFerrarialways)

"Namun, saya rasa kami banyak berinvestasi untuk masa depan. Kami mencoba menciptakan pondasi yang kokoh yang akan membuat kami sangat kompetitif."

"Semoga ini akan membuka lingkaran baru untuk masa depan Ferrari di Formula 1," ia menjelaskan

Dalam kesempatan lain, Binotto mengatakan bahwa target utama Ferrari adalah kembali menembus tiga besar.

Ia ingin Ferrari kembali dapat bersaing dengan Mercedes serta Red Bull Racing sebagai tim papan atas di F1.

"Finis posisi ketiga bukan hal yang tidak mungkin. Saya pikir itu adalah target minimal kami untuk musim selanjutnya (F1 2021)," ia menerangkan.

"Saya yakin kami akan kembali kompetitif dengan power unit baru ini. Kami tidak akan lagi jadi yang terbawah lagi."

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Formula 1 Lainnya:

F1 GP Emilia Romagna 2020: Mattia Binotto Memastikan Ferrari Sudah Berbenah

Bos Ferrari: Tak Ada Perbedaan Besar antara Mobil Sebastian Vettel dan Charles Leclerc

  • Sumber: formula1.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Sabtu, 28 November 2020

    Bos Ferrari Optimistis Charles Leclerc Berjaya di F1 2021

    Bos Ferrari, Mattia Binotto, optimistis Formula 1 (F1) 2021 akan berpihak kepada pembalap mereka, Charles Leclerc.

    Formula 1

    Kamis, 7 Januari 2021

    Ferrari Usung Target Minimal Finis Top 3 di F1 2021

    Mattia Binotto meyakini Ferrari telah mengalami perkembangan terutama di bagian power unit untuk F1 2021.

    Terbaru

    Formula 1

    Senin, 24 Januari 2022

    Lakukan Perubahan Regulasi Mulai 2022, F1 Pernah Gagal pada 2009

    F1 melakukan perubahan regulasi mulai 2022 untuk meningkatkan aksi salip menyalip di lintasan.

    Formula 1

    Senin, 24 Januari 2022

    Gosip Hamilton Pensiun Merebak, Nama Pembalap Formula E Keturunan Indonesia Jadi Calon Pengganti

    Kursi Lewis Hamilton di balik kemudi Mercedes F1 kembali diguncang rumor pensiun.

    Formula 1

    Minggu, 23 Januari 2022

    Bos Alfa Romeo Yakin Kedatangan Valtteri Bottas bakal Bawa Aura Positif

    Usai sudah kebersamaan Valtteri Bottas dengan Mercedes.

    Formula 1

    Minggu, 23 Januari 2022

    Soal Novak Djokovic Saga, Nama Lewis Hamilton dan Valentino Rossi Ikut Disinggung

    Panitia F1 GP Australia 2022 menegaskan peraturan vaksin penuh berlaku penuh termasuk untuk para atlet bintang.

    Formula 1

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Lewis Hamilton Sengaja Menjauh dari Bos Mercedes

    Jacques Villenue menilai diamnya Lewis Hamilton sebagai usaha untuk menjauh dari bos Mercedes, Toto Wolff.

    Formula 1

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Jelang F1 2022, Kutukan Juara Dunia Menanti Max Verstappen

    Prestasi membanggakan diraih pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, di F1 2021.

    Formula 1

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Pierre Gasly: Tahun 2021 adalah Musim Paling Konsisten

    Pierre Gasly menikmati tanggung jawab sebagai senior sekaligus terkesan dengan kerja sama AlphaTauri sebagai tim.

    Formula 1

    Jumat, 21 Januari 2022

    Berlabel Pembalap F1 Tertua, Fernando Alonso Beri Jawaban Mengejutkan

    Fernando Alonso akan menjadi pembalap tertua di balapan Formula 1 musim 2022. Pembalap Alpine itu yakin usia dan pengalamannya akan memberinya keuntungan.

    Formula 1

    Jumat, 21 Januari 2022

    Sirkuit Spa Berdandan dengan Kerikil Tambahan

    Circuit de Spa-Francorchamps memberikan pembaruan lain tentang perkembangan terbarunya dengan menambahkan kerikil di sejumlah sudut..

    Formula 1

    Kamis, 20 Januari 2022

    Peran Penting Jenson Button untuk Nicholas Latifi dan George Russell di F1 2021

    Duo Williams di F1 2021 tersebut mengakui perspektif unik dari Jenson Button sebagai penasihat senior tim.
    X