Jadi Bayang-bayang Lewis Hamilton, Valtteri Bottas Mengalami ''Sindrom Barrichello''

1 Januari 2022, 16:45 WIB
Editor: Doddy Wiratama
Valtteri Bottas (Mercedes-AMG Petronas) kala tampil dalam sesi FP1 F1 GP Spanyol 2021 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya pada Jumat (7/5/2021).
Valtteri Bottas (Mercedes-AMG Petronas) kala tampil dalam sesi FP1 F1 GP Spanyol 2021 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya pada Jumat (7/5/2021). /(twitter.com/MercedesAMGF1)

  • Valtteri Bottas mengalami "Sindrom Barrichello " selama membela Mercedes.
  • Apa yang dialaminya sama dengan yang terjadi dengan Rubens Barrichello kala membela Ferrari pada medio 2000-2005.
  • Valtteri Bottas hanya menjadi wingman untuk seorang pembalap hebat, Lewis Hamilton.

SKOR.id - Sebelum bergabung dengan Mercedes-AMG Petronas pada 2017, Valtteri Bottas memang merupakan seorang pembalap bertalenta.

Membela Williams, yang ketika itu sudah menjadi tim kelas dua, pembalap Finlandia ini terbilang sukses.

Bahkan pada musim 2014, Valtteri Bottas sanggup menempati posisi keempat klasemen pembalap dengan torehan 186 poin.

Setelah itu, Bottas stabil selalu mengakhiri musim dengan berada di posisi 10 besar klasemen pembalap.

Wajar, jika Mercedes langsung membajaknya dari Williams begitu Nico Rosberg memutuskan pensiun.

Sayangnya, Bottas justru gagal mendapatkan gelar juara dunia di saat sudah mengendari "mobil juara".

Posisinya selama di Mercedes pada 2017 hingga 2021 terbilang sulit. Ia harus menjadi rekan setim salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah F1, Lewis Hamilton.

Benar saja, Bottas memang hanya didapuk sebagai wingman Hamilton. Tugasnya di tim cuma melancarkan jalan rekan setimnya menjadi juara dunia F1.

Selama lima musim membela tim Silver Arrows, prestasi terbaik Bottas adalah menduduki peringkat kedua pada klasemen akhir F1 2019 dan 2020.

Musim depan, Bottas hanya akan membalap untuk Alfa Romeo Racing yang merupakan tim papan bawah dalam kompetisi F1.

Dengan demikian, peluang Valtteri Bottas untuk mewujudkan impian meraih gelar juara dunia bakal makin berat.

Sementara itu, apa yang dialami Bottas disebut dengan "Sindrom Barrichello". Ini mengacu pada apa yang dialami eks pembalap Ferrari, Rubens Barrichello.

Membela Scuderia Ferrari pada medio 2000-2005, Rubens Barrichello menjadi rekan setim seorang superstar bernama Michael Schumacher.

Sebelum membela Ferrari, Barrichello boleh dibilang tampil cukup ciamik bersama tim Jordan dan Stewart Grand Prix.

Bahkan pada musim debutnya di F1 bersama Jordan, pria asal Brasil itu langsung menempati posisi enam klasemen pembalap.

Momen kebersamaan Rubens Barrichello (kiri) saat masih memperkuat Ferrari dalam ajang F1.
Momen kebersamaan Rubens Barrichello (kiri) saat masih memperkuat Ferrari dalam ajang F1. instagram.com/rubarrichello

Selama di Ferrari, boleh dibilang Barrichello gagal mengimbangi Schumacher yang jadi anak emas tim Kuda Jingkrak.

Pengembangan mobil Ferrari pada saat itu pun disesuaikan dengan kebutuhan Schumacher yang seperti "diprioritaskan" untuk berburu gelar juara dunia pembalap.

Usai enam musim berpetualang di Ferrari, Barrichello pada akhirnya pindah ke Honda Racing F1 Team.

Saat tim ini kemudian dibela Ross Brawn dan berganti nama jadi Brawn GP, Rubens Barrichello kembali hanya menjadi wingman untuk Jenson Button.

Rubens Barrichello pun harus legawa melihat Jenson Button menjadi juara dunia F1 2009 sementara dirinya bertengger di peringkat ketiga.

Artikel ini sudah terbit di Motorsport Indonesia dengan judul "Valtteri Bottas Alami ‘Sindrom Barrichello’ di Mercedes".

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita F1 Lainnya:

Bos Aston Martin Sebut Sebastian Vettel Brilian dan Berintegritas

Red Bull Racing dan Mercedes Waspadai Kebangkitan Ferrari di 2022 

  • Sumber: Motorsport
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Jumat, 31 Desember 2021

    Punya Pengalaman Pelik, Sebastian Vettel Tetap Sarankan Mick Schumacher Merapat ke Ferrari

    Sebastian Vettel tak segan untuk menurunkan ilmu kepada Mick Schumacher di F1.

    Formula 1

    Jumat, 31 Desember 2021

    Legenda F1 Jagokan Max Verstappen Pertahankan Gelar, Ini Alasannya

    Ajang F1 2021 telah usai dengan pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, keluar sebagai juara.

    Terbaru

    Formula 1

    Selasa, 24 Mei 2022

    Terungkap, Ini Penyebab Charles Leclerc Gagal Finis di GP Spanyol 2022

    Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, kembali menuai hasil buruk usai gagal finis pada F1 GP Spanyol 2022 yang digelar akhir pekan lalu.

    Formula 1

    Senin, 23 Mei 2022

    Fernando Alonso Pilih Damai dengan FIA usai Lontarkan Kritikan ke Steward

    Fernando Alonso memilih berdamai dengan FIA terkait masalah yang terjadi saat F1 GP Miami.

    Formula 1

    Senin, 23 Mei 2022

    10 Fakta Menarik F1 GP Spanyol 2022

    Beberapa fakta menarik tercipta selama gelaran F1 GP Spanyol 2022 di Sirkuit Catalunya.

    Formula 1

    Senin, 23 Mei 2022

    Charles Leclerc di F1 GP Spanyol 2022, Sial di Lintasan dan Tangga Juara

    Setelah gagal di Spanyol, target Charles Leclerc adalah memperbaiki penampilan di F1 GP Monako 2022.

    Formula 1

    Sabtu, 21 Mei 2022

    Hasil Kualifikasi F1 GP Spayol 2022: Sempat Melintir, Charles Leclerc Amankan Pole Position

    Charles Leclerc melanjutkan tren positifnya dalam tiga sesi latihan bebas F1 GP Spanyol 2022 dengan menyabet pole position saat kualifikasi.

    Formula 1

    Kamis, 19 Mei 2022

    Jadwal F1 GP Spanyol 2022: Menanti Duel Verstappen-Leclerc di Trek Favorit Lewis Hamilton

    Ajang F1 2022 akan menggelar seri keenam pada akhir pekan ini.

    Formula 1

    Rabu, 18 Mei 2022

    F1 Resmi Pangkas Kalender Balapan 2022, Coret GP Rusia dan Tanpa Pengganti

    Rabu (18/5/2022), FIA dan Formula 1 menegaskan bahwa kalender 2022 hanya 22 seri setelah GP Rusia dicoret.

    Formula 1

    Rabu, 18 Mei 2022

    Max Verstappen Ungkap Syarat Pindah Tim pada Masa Depan

    Keberhasilan Max Verstappen menjuarai Formula 1 2021 membuat namanya meroket.

    Formula 1

    Selasa, 17 Mei 2022

    Masih Melempem di F1, Mick Schumacher Dituntut Mampu Bersaing

    Prinsipal Haas, Guenther Steiner, berharap Mick Schumacher segera meraih poin pertamanya dalam Formula 1.

    Formula 1

    Senin, 16 Mei 2022

    Charles Leclerc Hancurkan Mobil Klasik Niki Lauda saat Ekshibisi di Monako

    Charles Leclerc menabrakkan mobil Ferrari 312 B3 keluaran 1974 ke pembatas Sirkuit Monako pada Minggu (15/5/2022).
    X