pon-papua

Intip Perjalanan AlphaTauri Merebut Kemenangan Pertama di F1

8 September 2020, 14:55 WIB
Editor: Tri Cahyo Nugroho
Scuderia AlphaTauri siap menjadi salah satu tim elite di F1 menyusul kemenangan perdana di GP Italia, Minggu (6/9/2020) lalu.
Scuderia AlphaTauri siap menjadi salah satu tim elite di F1 menyusul kemenangan perdana di GP Italia, Minggu (6/9/2020) lalu. /Twitter/AlphaTauri

  • AlphaTauri butuh waktu jauh lebih cepat untuk memenangi lomba ketimbang saat masih bernama Minardi maupun Toro Rosso. 
  • Kemenangan Pierre Gasly menjadi sinyal bila AlphaTauri sudah tidak bisa dipandang sebelah mata.
  • Franz Tost pernah mengungkapkan tiga alasan yang membuat pihaknya optimistis di F1 2020.

SKOR.id - Tim Scuderia AlphaTauri akhirnya mampu merebut kemenangan pertama di Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) saat Pierre Gasly memenangi Grand Prix (GP) Italia 2020 secara dramatis, Minggu (6/9/2020) lalu.

Sejatinya, sejarah tim yang bermarkas di Faenza, Italia, dan dipimpin oleh Helmut Marko serta Franz Tost itu cukup panjang dengan dua kali berganti nama.

Pada 2006, perusahaan minuman berenergi asal Austria, Red Bull, memutuskan untuk mengakuisisi Tim Minardi (1985-2005) untuk membentuk tim junior dari Red Bull Racing yang didirikan setahun sebelumnya dengan membeli Tim Jaguar (2000-2004).

Red Bull kemudian menamai tim eks Minardi itu sebagai Scuderia Toro Rosso (STR). STR dibentuk sebagai tim junior dari Red Bull Racing sekaligus mengembangkan dan memasok pembalap muda potensial untuk skuad tersebut.

Saat debut di F1 pada 2006, STR menjadi satu-satunya tim yang menggunakan mesin 3.000cc 10-silinder (Cosworth TJ2006 3.0 V10) yang sudah dibatasi.

Dipimpin oleh Gerhard Berger, mantan pembalap F1 yang kala itu memiliki 50 persen saham tim, STR mendapatkan poin perdana setelah Vitantonio Liuzzi finis di posisi ke-8 (1 poin) di GP Amerika Serikat.

Vitantonio Liuzzi memberikan poin perdana untuk Scuderia Toro Rosso saat finis di posisi kedelapan GP Amerika Serikat 2006.
Vitantonio Liuzzi memberikan poin perdana untuk Scuderia Toro Rosso saat finis di posisi kedelapan GP Amerika Serikat 2006. Twitter

Pada F1 2007, usai 13 kali tidak finis dalam 10 GP dengan mesin Ferrari, Scott Speed didepak pada Juli dan digantikan Sebastian Vettel, mantan pembalap penguji BMW Sauber. Vettel dan Liuzzi menyumbang 8 poin di GP Cina yang bertahan sampai akhir musim.

Setelah mengawali F1 2008 tidak konsisten, Vettel akhirnya memberikan pole position dan kemenangan pertama -- akhirnya satu-satunya sepanjang sejarah tim -- bagi STR di GP Italia 2008.

Mampu konsisten seusai GP Italia, STR akhirnya mampu mengalahkan seniornya, Red Bull Racing, pada musim ketiganya dengan berada di peringkat keenam klasemen akhir konstruktor.

Pada akhir 2008 itu juga, Berger melepas sahamnya ke pemilik Red Bull, Dietrich Mateschitz, sehingga STR sepenuhnya menjadi milik perusahaan minuman berenergi yang berdiri pada 1984 tersebut.

Sebastian Vettel mencetak sejarah bagi Toro Rosso dengan membuat pole position sekaligus memenangi lomba di GP Italia 2008 yang berlangsung di Sirkuit Monza.
Sebastian Vettel mencetak sejarah bagi Toro Rosso dengan membuat pole position sekaligus memenangi lomba di GP Italia 2008 yang berlangsung di Sirkuit Monza. Twitter/Scuderia AlphaTauri (@AlphaTauriF1)

Setelah ditinggal Vettel yang "naik kelas" ke Red Bull Racing, STR lambat panas menjalani F1 2009. Sebastien Bourdais dan Sébastien Buemi selalu kesulitan sejak kualifikasi.

Pada lomba (putaran) 10 (dari total 17), Bourdais digantikan Jaime Alguersuari. Tetapi, kendati melakukan upgrade di Hungaria, STR akhirnya tetap menjadi juru kunci konstruktor musim tersebut.

F1 2010 menjadi musim pertama STR turun sebagai tim independen yang lepas dari Red Bull. Walaupun sudah kerap lolos ke kualifikasi kedua (Q2), STR masih kesulitan merebut poin signifikan.

Hasil terbaik adalah finis kedelapan di Kanada (Buemi). Pada akhir musim, STR finis di posisi kesembilan konstruktor dan hanya unggul atas tiga tim baru saat itu.

Pada F1 2011, STR cukup menjanjikan dengan merebut poin lebih banyak dibanding total musim 2010. Usai menempatkan Buemi dan Alguersuari finis kedelapan dan 10 di GFP F1 ke-100 di Hungaria, STR mampu finis ketujuh di Italia dan Korea.

Namun di akhir musim, mereka harus puas berada di posisi kedelapan (dari 12 tim) setelah kalah hanya tiga poin dari Sauber-Ferrari.

Duet pembalap Daniel Ricciardo (kiri) dan Jean-Eric Vergne sempat memberi warna tersendiri dalam perjalanan Toro Rosso di F1 2012 dan 2013.
Duet pembalap Daniel Ricciardo (kiri) dan Jean-Eric Vergne sempat memberi warna tersendiri dalam perjalanan Toro Rosso di F1 2012 dan 2013. Twitter/Jean-Eric Vergne (@JeanEricVergne)

Dengan line-up pembalap baru, Daniel Ricciardo dan Jean-Eric Vergne, STR belum bisa berbuat banyak dengan hanya merebut enam poin sampai tengah musim F1 2012.

Performa STR7 membaik di paruh kedua dengan merebut poin di enam dari 10 lomba tersisa. Bahkan, kedua STR7 mampu merebut poin di Belgia dan Korea.

Setahun kemudian, 2013, kendati sasis STR8 kurang bisa diandalkan, Vergne dan Ricciardo kembali menuai hasil solid. Vergne finis keenam di Kanada sedangkan Ricciardo ketujuh di Cina dan Italia yang mengantarnya pindah ke Red Bull Racing pada 2014.

Setelah mengganti mesin dari Ferrari ke Renault, sasis STR10 mampu cukup cepat hingga rutin lolos ke Q3. Namun mereka masih kesulitan merebut poin saat lomba.

Dengan hasil terbaik finis keenam di Singapura, STR hanya berada di peringkat ketujuh klasemen akhir konstruktor.

Pada 2015, STR menjadi tim dengan komposisi pembalap termuda dalam diri Max Verstappen dan Carlos Sainz Jr. Tetapi, masalah daya tahan mesin Renault membuat STR tidak mampu finis lebih baik dari posisi ketujuh dalam lomba.

Toro Rosso pernah menurunkan duet pembalap termuda pada 2015 dalam diri Max Verstappen (kiri) dan Carlos Sainz Jr. Pada lomba pembuka, GP Australia 2015, total jumlah usia keduanya baru 37 tahun.
Toro Rosso pernah menurunkan duet pembalap termuda pada 2015 dalam diri Max Verstappen (kiri) dan Carlos Sainz Jr. Pada lomba pembuka, GP Australia 2015, total jumlah usia keduanya baru 37 tahun. Twitter

STR masih konsisten masuk 10 besar di setiap lomba pada F1 2016 meskipun turun dengan mesin Ferrari spesifikasi 2015. Sempat terganggu dengan pergantian pembalap di tengah musim saat Verstappen ditarik ke Red Bull Racing dan digantikan Daniil Kvyat, STR mampu bangkit.

Mereka finis di posisi ketujuh klasemen akhir konstruktor dengan empat kali finis keenam sebagai hasil terbaik.

Musim 2016, STR kembali finis di peringkat ketujuh klasemen konstruktor. Kembali memakai mesin Renaut (lalu Honda mulai 2018), Sainz Jr dilepas di tengah musim serta Kvyat ditendang. Di akhir musim, dan beberapa lomba sebelumnya, STR diperkuat Brendon Hartley dan Pierre Gasly.

Dengan mesin Honda, pada 2018 STR mempersiapkan landasan dan data bagi Red Bull yang baru akan menggunakan mesin tersebut pada 2019. Pierre Gasly jadi bintang dengan finis keempat di Bahrain dan beberapa kali tembus Q3.

Finis di posisi kesembilan konstruktor menunjukkan progres solid STR di masa depan.

Pierre Gasly diangkat oleh kru tim Toro Rosso setelah finis di posisi kedua GP Brasil 2019, podium perdananya di F1.
Pierre Gasly diangkat oleh kru tim Toro Rosso setelah finis di posisi kedua GP Brasil 2019, podium perdananya di F1. Twitter/PIERRE GASLY (@PierreGASLY)

F1 2019 menjadi musim tersukses STR seusai mencetak 85 poin untuk mengamankan posisi keenam klasemen akhir konstruktor. Pierre Gasly kembali dari Red Bull Racing pada tengah musim dan langsung menjawab kepercayaan dengan finis podium kedua di Brasil.

Pada tahun itu pula Red Bull ingin mengubah nama STR menjadi Scuderia AlphaTauri Honda mulai musim 2020. Hingga pertengahan musim ini, AlphaTauri mampu cukup solid.

Puncaknya, Gasly mampu memenangi lomba di Italia dan Kvyat finis kesembilan sekaligus kali pertama AlphaTauri menempatkan kedua pembalapnya merebut poin dalam sebuah lomba.

Lewat kemenangan Pierre Gasly di GP Italia, Minggu (6/9/2020), Tim Scuderia  AlphaTauri hanya butuh delapan lomba untuk merebut kemenangan perdananya.
Lewat kemenangan Pierre Gasly di GP Italia, Minggu (6/9/2020), Tim Scuderia AlphaTauri hanya butuh delapan lomba untuk merebut kemenangan perdananya. (Twitter.com/@AlphaTaurif1)

Hebatnya, AlphaTauri hanya butuh delapan lomba untuk merebut kemenangan pertama. Bandingkan dengan saat masih bernama Toro Rosso yang butuh 49 balapan untuk naik podium utama, atau Minardi yang tidak pernah menang dalam 340 start.

Yang lebih spesial, AlphaTauri menjadi tim pertama di luar Mercedes, Ferrari, dan Red Bull Racing, yang mampu memenangi lomba F1 sejak 2013.

Dengan koleksi 47 poin hanya dalam delapan lomba, torehan AlphaTauri hanya kalah dari total poin Toro Rosso pada akhir musim 2019 (85 poin), 2017 (53), 2016 (63), dan 2015 (67).

"Kami memiliki paling tidak tiga alasan untuk optimistis di F1 tahun ini," ujar Franz Tost, Prinsipal Tim AlphaTauri, saat peluncuran sasis AlphaTauri AT01, awal Februari 2020 lalu.

"Pertama, hasil tes di terowongan angin (wind tunnel) sangat baik. Kedua, Honda melakukan lompatan besar pada musim dingin lalu dari sisi performa dan daya tahan. Lalu, kami memiliki dua pembalap yang sangat baik."

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita AlphaTauri Lainnya:

Ada Sentuhan Orang Indonesia di Balik Kemenangan Pierre Gasly di F1 GP Italia 2020 

F1 GP Italia 2020: Pierre Gasly Beberkan Kunci Sukses Raih Podium Utama

Hasil F1 GP Italia 2020: Pierre Gasly Juara, Podium Tanpa Pembalap Mercedes

  • Sumber: Scuderia AlphaTauri, formula1.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Minggu, 6 September 2020

    F1 GP Italia 2020: Charles Leclerc Terbebani Balapan di Sirkuit Monza

    Meski Sirkuit Monza tidak terlalu cocok dengan mobil SF1000, pembalap Ferrari Charles Leclerc akan tetap berusaha maksimal.

    Formula 1

    Minggu, 6 September 2020

    F1 GP Italia 2020: Mimpi Buruk Ferrari Mencapai Klimaks

    Dua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel, gagal menyelesaikan perlombaan F1 GP Italia di Sirkuit Monza, Minggu (6/9/2020).

    Formula 1

    Senin, 7 September 2020

    F1 GP Italia 2020: Meski Sempat Kecewa, Bos McLaren Tetap Bangga dengan Hasil McLaren

    Andreas Seidl sempat kecewa dengan hasil F1 GP Italia 2020 karena Carlos Sainz Jr. kalah dari pembalap AlphaTauri pada Minggu (6/9/2020).

    Terbaru

    Formula 1

    Rabu, 8 Desember 2021

    Perebutan Juara Dunia F1 2021: Lewis Hamilton 2 Kali Gagal Juara dalam Pertaruhan Terakhir

    Lewis Hamilton tiga kali menghadapi perburuan titel F1 hingga seri terakhir. Ia mengalami dua kali kekalahan dan menang sekali saja

    Formula 1

    Selasa, 7 Desember 2021

    5 Momen Lewis Hamilton Berebut Gelar Juara Dunia F1 hingga Balapan Terakhir

    Selama 15 tahun berkarier di F1, Lewis Hamilton lima kali berebut gelar juara dunia yang harus ditentukan lewat balapan terakhir.

    Formula 1

    Selasa, 7 Desember 2021

    13 Fakta Menarik F1 GP Arab Saudi 2021: Puncak Pertarungan 2 Calon Jawara

    Akhir pekan lalu, Sirkuit Jeddah Corniche akhirnya tuntas menjalankan tugasnya sebagai tuan rumah balap jet darat.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Diwarnai Banyak Insiden, George Russell Minta Sirkuit Jeddah Corniche Dibuat Lebih Aman

    Pembalap Williams, George Russell, telah meminta Sirkuit Corniche Jeddah untuk dimodifikasi setelah gagal finis dari F1 GP Arab Saudi perdana.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Max Verstappen: F1 Sekarang Bukan Perkara Balapan tetapi Hukuman

    Ajang F1 GP Arab Saudi 2021 telah rampung digelar pada Minggu (6/12/2021).

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Juara Dunia F1 2021 Ditentukan Seri Terakhir, Max Verstappen vs Lewis Hamilton Ukir Sejarah

    Duel perebutan gelar juara dunia F1 2021 antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton dipastikan berlangsung hingga seri terakhir.

    Formula 1

    Senin, 6 Desember 2021

    Hasil F1 GP Arab Saudi: Lewis Hamilton Menang Dramatis, Persaingan Perebutan Juara Dunia Makin Sengit

    Dipenuhi sejumlah insiden, Lewis Hamilton berhasil menjadi yang tercepat di GP Arab Saudi.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    FI GP Arab Saudi 2021: Tak Mau Kena Penalti, Max Verstappen Putuskan Tak Ganti Gearbox

    Max Verstappen mengalami nasib sial dalam rangkaian F1 GP Arab Saudi.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    Rumor, Musim Depan F1 Gelar 6 Sprint Race

    F1 telah melakukan uji coba format sprint race pada tiga seri, musim ini.

    Formula 1

    Minggu, 5 Desember 2021

    Link Live Streaming F1 GP Arab Saudi: Menanti Reaksi Max Verstappen usai Kecelakaan di Kualifikasi

    Persaingan Max Verstappen vs Lewis Hamilton dapat disaksikan para penggemar balap di Champion TV 4

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X