Alasan Gerhard Berger Dinilai Ideal Menduduki Posisi Prinsipal Tim Ferrari F1

7 Desember 2022, 01:39 WIB
Editor: Tri Cahyo Nugroho
Gerhard Berger (kanan) saat selebrasi balapan ke-300 BMW di DTM pada 2018. Berger diyakini menjadi sosok paling tepat untuk memimpin Tim Scuderia Ferrari F1 menyusul mundurnya Mattia Binotto.
Gerhard Berger (kanan) saat selebrasi balapan ke-300 BMW di DTM pada 2018. Berger diyakini menjadi sosok paling tepat untuk memimpin Tim Scuderia Ferrari F1 menyusul mundurnya Mattia Binotto. /BMW Motorsport

  • Sejumlah jurnalis dari Inggris dan Spanyol menyebut satu nama ideal untuk menduduki posisi Prinsipal Tim Scuderia Ferrari
  • Mantan pembalap Ferrari Gerhard Berger dinilai sosok yang tepat untuk menggantikan Mattia Binotto
  • Usai pensiun sebagai pembalap, Berger berpengalaman menduduki sejumlah posisi manajerial penting. 

SKOR.id - Mantan pembalap asal Austria tersebut tercatat 14 musim turun di Kejuaraan Dunia Formula 1 dengan membela sejumlah tim, yang tiga di antaranya adalah Benetton, McLaren, dan Ferrari.

Bersaing dengan tiga nama besar yang menjadi ikon F1 antara era 1980-an sampai 1990-an, yakni Alain Prost, Ayrton Senna (yang lantas menjadi sahabat Berger), dan Michael Schumacher, Berger selalu mampu berada di antara nama-nama tersebut.

Total, Berger mampu mengantongi 10 kemenangan – lima di antaranya bersama Ferrari selama dua periode (1987-1989 dan 1993-1995) – dan 48 podium, 12 pole position, dan 21 fastest lap dalam 210 start.

Kini, 25 tahun setelah pensiun dari F1, banyak yang berharap Berger bisa kembali ke Maranello, Italia, markas Ferrari. Menurut sejumlah media Inggris dan Spanyol, Berger adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Mattia Binotto yang beberapa waktu lalu mundur dari posisi Prinsipal Tim Ferrari.

Meskipun media terkemuka Italia Corriere della Sera menyebut Berger “masih akan disibukan dengan masalah-masalah lain”, sejumlah wartawan Inggris dan Spanyol berpikir sebaliknya.

Jurnalis The Race Jim Wright misalnya, yang menyebut pria berusia 63 tahun itu sebagai sosok yang disukai banyak pihak dan karakter yang jujur, apa adanya.

Berger juga tumbuh dengan belajar dari banyak sosok terbaik yang pernah ada di F1 seperti Jean Todt, Ron Dennis, Frank Williams, dan Flavio Briatore.

Dari situ Berger dihormati di paddock berkat kecintaannya pada balap dan kemampuannya memenuhi keinginan banyak pihak dengan berusaha berada di posisi mereka.

Ferrari seharusnya tidak memilih solusi yang nyaman. Tim Kuda Jingkrak membutuhkan profesional yang tangguh dan bijaksana yang memiliki pengalaman, pengetahuan, ketajaman untuk menang serta rekam jejak kesuksesan yang terbukti sebagai pengemudi, pemilik tim, dan pengusaha. Semua itu ada dalam diri Berger.

Duet pembalap Tim McLaren F1 Ayrton Senna (kiri) dan Gerhard Berger saat finis 1-2 pada GP San Marino di Sirkuit Imola pada 1991. Saat itu, keduanya terus berada di posisi terdepan sejak start sampai finis.
Duet pembalap Tim McLaren F1 Ayrton Senna (kiri) dan Gerhard Berger saat finis 1-2 pada GP San Marino di Sirkuit Imola pada 1991. Saat itu, keduanya terus berada di posisi terdepan sejak start sampai finis. Twitter (@McLarenF1)

Opini Wright diamini mantan co-driver reli dan wartawan Spanyol Raymond Blancafort yang bekerja untuk Soymotor.  

“Jika harus menganalisis kandidatnya, saya tidak dapat menemukan yang lebih baik daripada Berger. Dia memiliki beberapa karakteristik ideal untuk posisi tersebut,” ujar Blancafort.

“Dia memang tidak berada di Formula 1 selama satu dekade. Tetapi berada di luar bukan berarti tidak mendapat informasi. Dia tentu sosok yang menarik, terutama mengingat kesulitan Maranello dalam mencari pengganti Binotto."   

Singkatnya, kualitas dan karisma Gerhard Berger, yang terbukti sangat disukai di paddock dan pers internasional, tidak diragukan lagi. Selain itu, pengalaman profesional yang dilakukan setelah pensiun dari Formula 1 memperkuat kariernya.

Nyatanya, begitu gantung helm, Berger memegang posisi di berbagai sektor balap motor. Dari tahun 2000 hingga 2003, ia terlibat dalam proyek mesin Williams-BMW yang ambisius dan menguntungkan, yang bersama Ralf Schumacher dan Juan Pablo Montoya menjadi runner-up klasemen konstruktor selama dua musim berturut-turut.

Pada 2006, Gerhard Berger mengakuisisi 50% saham Scuderia Toro Rosso (menjadi Scuderia AlphaTauri sejak 2020), dan kemudian menjualnya kepada Dietrich Mateschitz selaku pemilik Red Bull, pada 2008.

Dari 2011 sampai 2014, Berger menjadi Presiden Komisi Balap Mobil Kursi Tunggal di FIA. Ia lantas menjadi Presiden ITR pada 2017, perusahaan promotor Kejuaraan Balap Mobil Turing Jerman (DTM).

Kini, merek DTM sudah diserahkan ke Allgemeiner Deutscher Automobil-Club (ADAC). Lalu, apakah yang akan dikerjakan Gerhard Berger?

Berita Formula 1 Lainnya:

Christian Horner Tak Kaget Mattia Binotto Mundur dari Ferrari 

Toto Wolff Sesumbar Budget Cap Untungkan Mercedes sebagai Tim Terhebat di F1

Munculnya Kabar Perselisihan Mattia Binotto dan Charles Leclerd Diragukan Eks Musuh Ferrari Ini 

 

 

Tag

Video

Berita Terkait

Formula 1

Selasa, 29 November 2022

Breaking News: Mattia Binotto Mengundurkan Diri sebagai Prinsipal Tim Ferrari F1

Mattia Binotto dipastikan mengundurkan diri dari Ferrari

Formula 1

Jumat, 2 Desember 2022

Disebut Jadi Calon Pimpinan Ferrari, Ross Brawn Beri Jawaban Nyelekit

Ferrari tengah mencari sosok prinsipal tim anyar sepeninggal Mattia Binotto.

Formula 1

Jumat, 2 Desember 2022

Menilik Potensi Karier Mattia Binotto usai Meninggalkan Ferrari

Selasa (29/11/2022) kemarin, Mattia Binotto resmi mengundurkan diri dari Ferrari.

Terbaru

Formula 1

Jumat, 3 Februari 2023

Kabar Ford Akan Gandeng Red Bull Racing untuk F1 2026 Kian Dekati Kenyataan

Pabrikan legendaris asal Amerika Serikat, Ford, siap bersaing di F1 mulai 2026 mendatang bersama Red Bull Racing.

Formula 1

Kamis, 2 Februari 2023

Ketika Michael Schumacher Pernah Hampir ke McLaren

Pada masa jayanya, Michael Schumacher ternyata pernah hampir bergabung ke McLaren. Bahkan hingga dua kali.

Formula 1

Kamis, 2 Februari 2023

Menpora Minta IMI Agar Indonesia Punya Atlet untuk Ajang Balap F1H20

Menpora berkoordinasi kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) agar Indonesia punya atlet yang bersaing di F1H20.

Formula 1

Kamis, 2 Februari 2023

Beberapa Bos F1 Dikabarkan Tidak Sreg dengan Kepemimpinan Ben Sulayem di FIA

Beberapa petinggi tim F1 dilaporkan memiliki masalah dengan gaya kepemimpinan Mohammed Ben Sulayem sebagai presiden FIA.

Formula 1

Kamis, 2 Februari 2023

Mick Schumacher Akan Melakoni Peran Ganda di F1 2023

Rabu (1/2/2023), McLaren mengumumkan bahwa Mick Schumacher akan menjadi pembalap cadangan mereka dan Mercedes.

Formula 1

Selasa, 31 Januari 2023

Audi Perkirakan Bakal Temui Kesulitan Awali Formula 1

Audi sudah memperkirakan akan menemui sejumlah kendala saat turun di Formula 1 mulai 2026 nanti.

Formula 1

Selasa, 31 Januari 2023

Kontrak Charles Leclerc belum Jadi Prioritas Ferrari

Fred Vasseur menyebut jika kontrak Charles Leclerc bukanlah prioritas utamanya.

Formula 1

Senin, 30 Januari 2023

Demi Rebut Titel Konstruktor F1, Ferrari Paksa Mekanik Lakukan Latihan 1.000 Kali Pit Stop

Ferrari berambisi memenangi lagi gelar konstruktor F1 yang terakhir mereka raih pada 2008 silam.

Formula 1

Senin, 30 Januari 2023

1 Kesalahan Fatal yang Sebabkan Mattia Binotto Pisah dengan Ferrari

Pengamat Formula 1, Peter Windsor, menyebut ada satu kesalahan fatal yang dilakukan Mattia Binotto, yang membuatnya berpisah dengan Ferrari.

Formula 1

Minggu, 29 Januari 2023

Frederic Vasseur Senang Dapat Bantuan Mattia Binotto pada Awal Masa Tugasnya di Ferrari

Prinsipal baru Tim F1 Ferrari, Frederic Vasseur, masih mendapatkan bantuan dari sosok yang digantikannya, Mattia Binotto.

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X