5 Balapan Terbaik Legenda Formula 1 Niki Lauda

6 Maret 2021, 16:50 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Niki Lauda layak masuk daftar legenda F1 bila melihat performa impresifnya selama dua periode turun. Lauda wafat pada Mei 2019 lalu.
Niki Lauda layak masuk daftar legenda F1 bila melihat performa impresifnya selama dua periode turun. Lauda wafat pada Mei 2019 lalu. /Twitter/Jean Todt (@JeanTodt)

  • Legenda Formula 1 (F1), Niki Lauda, mengembuskan napas terakhirnya pada 6 Maret 2020.
  • Sepanjang kariernya, Lauda telah melakoni ratusan balapan di ajang balap jet darat.
  • Di antara banyak balapan tersebut, ada lima penampilan Lauda yang layak untuk dikenang.

SKOR.id - Setidaknya ada tiga balapan yang membuat Niki Lauda dikenang sebagai legenda.

Kepergian Niki Lauda pada 6 Maret 2020 masih menyisakan duka mendalam di dunia balap Formula 1 (F1).

Maklum, sosok Lauda dianggap berjasa dalam perkembangan ajang balap jet darat tersebut.

Sebagai pembalap, Lauda sukses meraih 25 kemenangan dari 171 race yang dilakoninya pada kurun waktu 1974-1985.

Dari jumlah 171 balapan tersebut, beberapa di antaranya sangat mengesan bagi penggemar F1.

Penyebabnya ada beberapa. Antara lain adalah dalam balapan-balapan tersebut Lauda menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai seorang pembalap.

Berikut lima balapan terbaik Lauda yang dilansir Skor.id dari Autosport.

5. GP Monaco 1975, Sirkuit Monte Carlo

Lauda menunjukkan dominasinya pada balapan yang diawali dengan kondisi hujan ini.

Start dari posisi terdepan, Lauda menunjukkan manajemen pit stop yang ciamik di tengah kondisi balapan yang berubah-ubah.

Tak hanya itu, Lauda juga luar biasa beruntung karena balapan hanya berlangsung selama 75 lap, berkurang tiga dari jumlah normal.

Alhasil, Lauda berhasil mencatat kemenangan perdananya kendati dengan kondisi mobil yang hancur-hancuran.

4. GP Monaco 1978, Sirkuit Monte Carlo

Musim 1978 menjadi musim perdana Lauda sebagai pembalap Brabham setelah putus kontrak dengan Ferrari.

Turun di sirkuit yang tidak disukainya, Lauda justru menunjukkan penampilan yang menawan.

Lauda sukses mengamankan posisi runner up setelah menggeber mobilnya dengan kecepatan maksimal.

Dalam catatan balapan, waktu putaran Lauda saat itu 1,9 detik lebih cepat dibandingkan pembalap lainnya.

3. GP Portugal 1984, Sirkuit Estoril

Seri balapan ini menjadi penentu gelar juara dunia pada kompetisi F1 1984.

Saat itu, Lauda sedang bersaing ketat dengan pembalap yang kelak juga menjadi legenda, Alain Prost.

Situasi sebenarnya memihak Lauda. Dia hanya perlu merebut posisi runner up untuk bisa dinobatkan menjadi juara dunia.

Namun, perjuangan Lauda tak semudah yang dikira. Pembalap asal Austria ini tampil buruk saat kualifikasi sehingga harus start dari posisi 11.

Tak hanya itu, kondisi balapan yang superketat tidak memungkinkan Lauda untuk melakukan manuver overtake.

Meski demikian, Dewi Fortuna masih memihak Lauda. Menjelang akhir balapan, mobil yang ditunggangi Nigel Mansel mendadak lepas kendali.

Enggan menyia-nyiakan kesempatan, Lauda langsung merebut posisi kedua dan finis 13 detik di belakang sang juara lomba, Prost.

Lauda pun merengkuh trofi ketiga dan terakhirnya pada kompetisi F1 1984.

2. GP Belanda 1985, Sirkuit Zandvoort

Pada musim ini, pikiran soal pensiun sudah menghantui Lauda.

Namun, di tengah menurunnya motivasi membalap, Lauda masih mampu mencetak satu kemenangan terakhir di Belanda.

Lauda hanya butuh satu lap untuk memperbaiki kedudukannya dari posisi sepuluh menjadi posisi lima.

Momen dramatis terjadi menjelang akhir balapan. Lauda, yang memimpin balapan, terus ditempel oleh Alain Prost di posisi kedua.

Di sini, keahlian Lauda dan Prost diuji. Dengan kondisi mobil yang sudah tidak lagi prima, mereka bertarung memperebutkan posisi pertama.

Lauda akhirnya menjadi pemenang balapan epik ini. Dia melintasi garis finis 0,232 detik lebih cepat dari Prost.

1. GP Italia 1976, Sirkuit Monza

Pada 1976, Lauda mengalami kecelakaan horor di Nurburgring. Hal itu mempengaruhi penampilannya sepanjang musim tersebut.

Dalam balapan yang digelar di bawah guyuran hujan tersebut, Lauda menunjukkan kualitas terbaiknya sebagai pembalap.

Dengan hanya berjarak enam minggu dari insiden Nurburgring, kondisi fisik Lauda pun belum sembuh benar.

Lauda, yang saat itu membela tim Ferrari, harus membalap sembari menahan rasa sakit akibat luka di wajahnya yang kembali terbuka.

Usahanya tidak sia-sia. Setelah berjibaku selama 90 menit, Lauda pun mengakhiri balapan di posisi empat.

Diberitakan, tudung kepala Lauda bersimbah darah setelah memaksakan dirinya membalap dengan menahan rasa sakitnya.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Formula 1 lainnya:

Haas: Dominasi dan Uang Mercedes Membunuh Formula 1

Kans Merger Formula E dengan Formula 1 Terbuka Lebar

Formula 1 Buka Peluang Kembali ke Benua Afrika

  • Sumber: AutoSport
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Formula 1

    Jumat, 5 Maret 2021

    Nama Belakang Schumacher Bukan Jadi Tekanan bagi Mick di F1 2021

    Mick Schumacher justru menjadikan nama besar sang ayah sebagai motivasi untuk F1 2021.

    Formula 1

    Sabtu, 6 Maret 2021

    Alpine F1 Akan Adopsi Sistem Penggerak Mercedes Mulai Musim 2022

    Alpine F1 berencana untuk mengadopsi sistem penggerak dari mercedes untuk musim balap 2022.

    Formula 1

    Jumat, 5 Maret 2021

    Resmi, GP Portugal akan Jadi Seri Balapan Ketiga F1 2021

    GP Portugal resmi menjadi seri ketiga dalam kalender kompetisi Formula 1 (F1) 2021.

    Terbaru

    Formula 1

    Selasa, 17 Mei 2022

    Masih Melempem di F1, Mick Schumacher Dituntut Mampu Bersaing

    Prinsipal Haas, Guenther Steiner, berharap Mick Schumacher segera meraih poin pertamanya dalam Formula 1.

    Formula 1

    Senin, 16 Mei 2022

    Charles Leclerc Hancurkan Mobil Klasik Niki Lauda saat Ekshibisi di Monako

    Charles Leclerc menabrakkan mobil Ferrari 312 B3 keluaran 1974 ke pembatas Sirkuit Monako pada Minggu (15/5/2022).

    Formula 1

    Sabtu, 14 Mei 2022

    Bos Red Bull Racing Menyebut Persaingan di F1 2022 Lebih Adem daripada Tahun Lalu

    Rivalitas Max Verstappen dan Lewis Hamilton di F1 2021 sangat intens sedangkan dengan Charles Leclerc tahun ini lebih adem.

    Formula 1

    Selasa, 10 Mei 2022

    Menangi GP Miami 2022, Max Verstappen Masuk 10 Besar Pembalap dengan Podium Terbanyak

    Juara bertahan Formula 1 (F1), Max Verstappen, tak hentinya memecahkan rekor.

    Formula 1

    Selasa, 10 Mei 2022

    Gagal Podium di F1 GP Miami 2022, Sergio Perez Sebut Mesin Jadi Biang Keladi

    Sergio Perez tetap lega bisa menuntaskan balapan dengan finis keempat pada F1 GP Miami 2022, Minggu (8/5/2022).

    Formula 1

    Senin, 9 Mei 2022

    F1 2022: Jadwal, Hasil, dan Klasemen

    Berikut rangkuman jadwal, hasil, dan klasemen F1 2022 yang bakal berlangsung mulai pertengahan Maret hingga November mendatang.

    Formula 1

    Senin, 9 Mei 2022

    Hasil F1 GP Miami 2022: Tampil Perkasa, Max Verstappen Raih Kemenangan Keempat

    Max Verstappen tampil perkasa saat meraih kemenangan pada F1 GP Miami 2022 yang digelar di Miami International Autodrome.

    Formula 1

    Senin, 9 Mei 2022

    Link Live Streaming F1 GP Miami 2022: Charles Leclerc di Ambang Triple Hattrick

    Ajang F1 2022 menggelar seri balapan kelima pada akhir pekan ini.

    Formula 1

    Minggu, 8 Mei 2022

    F1 GP Miami 2022: Mattia Binotto Sebut Pole Position Charles Leclerc bak Sihir

    Akhir pekan ini, para pembalap Formula 1 (F1) kembali beraksi dalam rangkaian GP Miami 2022.

    Formula 1

    Minggu, 8 Mei 2022

    Lewis Hamilton Hadapi Ancaman Hukuman Berat jika Melanggar Larangan Perhiasan FIA

    Lewis Hamilton dan para pembalap Formula Satu (F1) menghadapi hukuman berat karena gagal mematuhi aturan perhiasan ketat FIA.
    baindo

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X